Kesal Hubungan Tak Direstui, Pria di Cikarang Bikin Skenario Diculik & Disekap OTK

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang pria di Desa Pasirgombong, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi membuat heboh warga dan jagat media sosial. Karena pria berinisial MF (27), mengaku sebagai korban penculikan, penyekapan dan penganiayaan oleh orang tak dikenal.

Untuk meyakinkan warga dan netizen, MF membuat laporan palsu ke Polsek Cikarang. Di hadapan penyidik, dia mengaku menjadi korban penculikan, penyekapan dan penganiayaan hingga dibuang di wilayah Sukabumi pada Rabu (13/9) lalu.

Berdasarkan laporan palsu yang disampaikan MF, penganiayaan yang dia alami itu berawal ketika dia sedang makan di Lemahabang, Cikarang Utara tiba-tiba didatangi sekelompok orang yang mengaku anggota.

MF kemudian mengaku digiring ke dalam mobil dan dibawa ke sebuah ruko. Di dalam ruko, dia disekap dan dianiaya oleh orang tak dikenal kemudian dibuang di wilayah Sukabumi.

Kapolsek Cikarang Kompol Mustakim mengatakan, kebohongan MF terungkap setelah pihak kepolisian yang mendapat laporan langsung olah TKP. Setelah dilakukan pendalaman, ternyata kasus penculikan, penganiayaan dan penyekapan tersebut tidak pernah terjadi.

"Personel yang dinas pada saat itu langsung melayani dan dilakukan cek tempat kejadian perkara, hingga dibuatkan laporannya. Setelah dilakukan pendalaman, kejadian tersebut tidak benar," katanya, Jumat (16/9).

Peristiwa yang sebenarnya terjadi, kata dia, MF dipukuli oleh sejumlah pria dan pihak keluarga pacarnya yang tinggal di Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi. Pemukulan itu terjadi karena MF tetap nekat menjalin hubungan dengan pacarnya meski tidak direstui.

"Kejadian pemukulannya benar terjadi, tapi bukan dipukuli oleh orang tak dikenal dan diculik. Orang yang menganiaya adalah keluarga pacarnya yang bersangkutan, dibantu oleh teman-temannya," ucap Mustakim.

MF sengaja membuat laporan palsu ke polisi karena sakit hati lantaran dianiaya dan hubungannya tidak direstui pihak keluarga pacarnya. Dia mengaku mengunggah cerita bohong tersebut ke media sosial atas dorongan temannya.

"Dia membuat laporan palsu di Polsek Cikarang bahwa dirinya telah diculik, disekap hingga alami penyiksaan dan dibuang di Sukabumi, dan memviralkan pelaporan dirinya melalui media sosial. Motifnya karena hubungan dirinya tidak direstui oleh keluarga kekasihnya," ungkap Mustakim.

MF yang sudah membuat heboh ini tidak dikenakan sanksi pidana. Namun dia mendapat sanksi wajib lapor ke Polsek Cikarang. [rhm]