Kesalahan Terbesar yang Buat Dominasi Juventus di Italia Runtuh

Pratama Yudha
·Bacaan 1 menit

VIVA – Mantan pemain Juventus, Patrice Evra, mengatakan Si Nyonya Tua telah melakukan kesalahan besar dengan memecat Massimiliano Allegri. Menurutnya, Allegri merupakan pelatih cerdas yang bisa membawa Bianconeri ke level yang lebih tinggi.

Allegri bertugas di Juventus selama lima musim mulai dari musim panas 2014 hingga 2019. Selama kurun waktu tersebut, pelatih asal Italia itu mampu membawa Si Nyonya Tua mempertahankan dominasi di Serie A.

Selama empat musim pertamanya, eks bos AC Milan itu selalu mampu mempersembahkan dua trofi di akhir musim, Scudetto Serie A dan Coppa Italia. Hanya di musim terakhirnya dia gagal membawa Juventus mengoleksi double winner.

Bahkan, cuma bersama Allegri Juventus bisa menembus final Liga Champions. Tak hanya sekali, tapi dua kali, pada 2015 dan 2017. Sayang, mereka kalah di dua edisi tersebut dari Barcelona dan Real Madrid.

Sederet fakta tersebut membuat Evra heran mengapa Juventus memutuskan kerja sama dengan Allegri. Padahal, dia sudah membuktikan kemampuannya dengan mempertahankan dominasi Juventus di Italia dan bahkan hampir membawa Bianconeri meraih treble winner di dua kesempatan.

"Saya harus katakan kesalahan terbesar Juventus adalah memecat Allegri. Dia adalah pelatih yang pintar," kata pria asal Prancis dikutip Football Italia.

"Fans mengkritiknya meski dia menang dan membawa kami ke final Liga Champions. Anda pikir dia adalah seorang Milan, tapi percaya pada saya, dia cinta dan masih cinta Juventus," jelasnya.

Musim ini, sudah hampir dipastikan dominasi Juventus di Serie A bakal berakhir. Performa mereka terseok-seok di bawah asuhan Andrea Pirlo meski masih berpeluang lolos ke Liga Champions musim depan.