Kesan adalah Hal yang Bisa Diingat dan Dirasakan Kembali, Ketahui Proses Terbentuknya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menerjemahkan kesan adalah bekas, hal-hal yang bisa dirasakan, terpikirkan setelah melihat dan mendengar sesuatu. Menurut para peneliti, seseorang dapat membuat keputusan atau penilaian terhadap orang hanya dalam hitungan detik hingga menit saat pertama kali melihat.

Inilah yang menjadikan kesan adalah penting pada pertemuan pertama atau first impression dengan orang baru. Kesan adalah umumnya bisa dibuat dan dirasakan hanya dengan melihat dan mendengarkan. Para peneliti Universitas Princeton mengungkap, kesan adalah dari penglihatan dicontohkan, orang-orang akan membuat penilaian soal kepercayaan, kompetensi, dan kesukaan hanya dalam sepersekian detik setelah melihat wajah seseorang.

Kesan adalah berasal dari pendengaran, menurut penelitian di Universitas Glasgow dari McAleer, Todorov, dan Belin (2014) mengungkap banyak yang membuat penilaian tentang kepribadian orang berdasarkan nada suara mereka. Para peneliti menemukan, pria dan wanita yang berbicara dengan suara bernada tinggi dinilai lebih dapat dipercaya dan disukai. Meskipun penilaian ini tidak selalu akurat.

Masih ada banyak hal yang bisa menggambarkan kesan adalah sesuatu yang dapat diingat karena membekas di perasaan dan pikiran. Kesan adalah berhubungan pengalaman di masa lalu dan masa sekarang. Berikut Liputan6.com ulas tentang kesan adalah lebih dalam beserta contohnya dari berbagai sumber, Jumat (8/10/2021).

Proses Terciptanya Kesan

Ilustrasi ngobrol. (Photo by Priscilla Du Preez on Unsplash)
Ilustrasi ngobrol. (Photo by Priscilla Du Preez on Unsplash)

Kesan adalah bisa tercipta hanya dalam hitungan detik hingga menit pada pertemuan pertama. Hal-hal yang bisa diingat dan dirasakan tanpa susah payah seperti kesan adalah gaya bicara, ekspresi wajah, bahasa tubuh, sikap, hingga kata-kata yang mempengaruhi pemikiran orang lain terhadap lawan bicara.

Berikut proses terciptanya kesan, melansir theladders.com:

1. Mengukur Status

Sebuah penelitian di Belanda menemukan bahwa orang-orang yang mengenakan pakaian bermerek dipandang memiliki status yang lebih tinggi daripada orang yang tidak memakai pakaian desainer.

"Persepsi tidak berbeda pada dimensi lain yang mungkin mempengaruhi hasil interaksi sosial. Tidak ada perbedaan dalam hal daya tarik, kebaikan, dan kepercayaan yang dirasakan," jelas sang penulis.

2. Jika Dapat Dipercaya

Orang-orang memutuskan untuk dapat dipercaya dalam waktu sepersepuluh detik. Peneliti Princeton menemukan hal ini dengan memberi satu kelompok mahasiswa 100 milidetik untuk menilai daya tarik, kompetensi, keagresifan, hingga kepercayaan.

Sebagian besar penilaian berdasarkan hal-hal yang sebenarnya tidak dapat diubah. Sebut saja penelitian menunjukkan wajah yang lebih feminin seperti bayi dan bahagia dianggap lebih dapat dipercaya.

Anda dapat mengubah bahasa tubuh untuk meningkatkan kepercayaan orang lain pada Anda. Business Insider melaporkan untuk mencoba tersenyum lebih sering, menatap mata orang, dan meniru bahasa tubuh orang lain.

3. Orientasi Seksual

Orang bisa membaca orientasi seksual seorang pria dalam waktu 20 detik, ini jumlah waktu minimum yang diperlukan untuk mengenali wajah.

"Persepsi cepat dan akurat tentang orientasi seksual pria mungkin hanyalah gejala lain dari mekanisme kognitif yang cepat dan efisien untuk memahami karakteristik orang lain," tulis penulis studi Nicholas O. Rule dan Nalini Ambady.

4. Jika Anda Pintar

Sebuah studi pada 2007 yang dipimpin oleh profesor Loyola Marymount University, Nora A. Murphy menemukan bahwa mencari pasangan berbincang dengan mata sangat penting untuk kecerdasan yang Anda rasakan.

"Melihat sambil berbicara adalah perilaku utama. Ini secara signifikan berkorelasi dengan IQ, berhasil dimanipulasi oleh target-target impresi dan berkontribusi pada peringkat kecerdasan yang lebih tinggi," tulis Murphy.

5. Jika Anda Kacau

Sebuah penelitian di Inggris menemukan bahwa perempuan dengan tato, peminum berat terlihat dianggap kurang menarik daripada perempuan yang tidak bertato.

"Di Inggris, paling tidak, tato di antara wanita sering dikaitkan dengan budaya 'ladette', yang biasanya melibatkan kecenderungan untuk minuman beralkohol, olahraga, mobil cepat, dan kebanyakan majalah pria," para penulis menulis.

6. Jika Dominan

Sebuah penelitian di University of Pennsylvania menemukan pria dengan kepala yang dicukur dinilai lebih dominan dibanding pria yang sama dengan rambut lebat. Secara digital, pria yang rambutnya dicukur dianggap lebih dominan dan lebih kuat dari diri mereka yang asli.

Cara Membuat Kesan Pertama yang Baik

Ilustrasi ngobrol, tertawa. (Photo by Priscilla Du Preez on Unsplash)
Ilustrasi ngobrol, tertawa. (Photo by Priscilla Du Preez on Unsplash)

Kesan pertama dikatakan oleh para psikolog, akan bertahan lama dan membekas ketika bertemu dengan beberapa orang.

Berikut cara membuat kesan pertama yang baik, melansir Bright Side:

1. Tersenyumlah Secara Bertahap

Kita semua tahu bahwa tersenyum sangat penting untuk menjalin komunikasi yang baik. Meski begitu, ini bukan tentang senyum yang menunjukkan kesopanan sederhana.

Leil Lowndes, seorang psikolog menjelaskan cara untuk meninggalkan kesan yang lebih baik: pertama, lihat wajah orang lain, tunggu beberapa detik, dan baru kemudian tersenyum. Jeda ini akan membuat senyum Anda lebih tulus.

2. Jangan Terlalu Lama Melakukan Kontak Mata

Berdasarkan penelitian, Lowndes mengklaim bahwa ketika seorang pria melihat ke mata orang lain untuk waktu yang lama, itu dapat diartikan sebagai tindakan agresif.

Sebagai gantinya, dia menyarankan agar Anda secara bertahap memperpanjang waktu kontak visual dari awal bertemu seseorang.

Aturan 60/40 akan bekerja dengan sempurna dalam hal ini, melakukan kontak mata untuk sekitar 60% waktu. Hal yang sama berlaku untuk hubungan antara pria dan wanita.

3. Waspadai Postur Anda

Lihatlah atlet juara atau pemimpin politik, Anda tidak akan pernah melihat mereka dengan bahu atau pandangan ke bawah.

Justru sebaliknya, mereka selalu berdiri dengan postur sempurna dan senyum. Dengan demikian, mereka menunjukkan kepercayaan diri mereka dan membuat semua orang menyukai mereka.

Para pakar menyarankan Anda harus melakukan hal yang persis sama jika Anda ingin meninggalkan kesan terbaik.

4. Tunjukkan Anda Tertarik

Ketika bertemu orang baru, semua orang memikirkan 2 hal: "Apakah saya suka mereka?" dan "Apakah mereka menyukai saya?". Jadi, untuk meninggalkan kesan yang baik, Anda harus menunjukkan minat Anda pada orang tersebut atau Anda akan terlihat sangat sombong, seperti yang ditulis Lowndes dalam bukunya.

Cara terbaik untuk melakukan ini adalah dengan menggunakan tanda-tanda non-verbal seperti tersenyum, berbalik ke arah mereka dengan seluruh tubuh Anda, dan banyak lagi. Perhatikan dan buka semua penghalang di antara kalian berdua: tas, kacamata, tangan Anda.

5. Jangan Terlihat Cemas

Tidak ada satu tanda non-verbal khusus yang menandakan bahwa Anda berbohong. Meski begitu, ada terlalu banyak artikel di luar sana yang mengatakan bahwa gerakan tangan yang sibuk sendiri adalah indikasi seseorang yang mungkin menyembunyikan sesuatu.

Ada banyak orang yang mengandalkan prasangka-prasangka ini, itulah mengapa Anda harus sadar dan menjaga diri dari menyentuh leher, wajah, telinga, atau rambut Anda.

6. Bersikap Empatik

Anda tidak hanya dapat menunjukkan minat Anda pada seseorang dengan mengirimkan tanda non-verbal tertentu, tetapi dengan meniru perilaku mereka dan bereaksi sesuai. Ini akan membuat Anda terlihat lebih peduli dan Anda akan membuat kesan sebagai orang yang dapat dipercaya.

7. Berlatih Sebelum Sebuah Pertemuan Penting

Jika Anda punya waktu sebelum rapat, cobalah berlatih. Bayangkan diri Anda berbicara dengan orang itu di depan cermin, cobalah tersenyum dan postur, dan perhatikan gerakan Anda. Lowndes mengatakan bahwa visualisasi selalu membantu Anda mendapatkan hasil yang lebih baik.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel