Kesbangpol Bengkulu gelar pendidikan politik jelang Pemilu 2024

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bengkulu saat ini fokus melaksanakan pendidikan politik dengan melakukan persiapan konsolidasi dengan masyarakat pemilih, peserta pemilu, penyelenggara pemilu dan lembaga vertikal terkait (TNI/Polri).

"Memasuki tahun politik 2024 mendatang, kami akan fokus pada pendidikan politik agar masyarakat menjadi pemilih cerdas yang tidak menimbulkan perpecahan," kata Kepala Bidang IV Komunikasi Politik Kesbangpol Provinsi Bengkulu Deva Agusta di Kota Bengkulu, Jum'at.

Hal tersebut dilakukan guna menciptakan situasi kondusif dalam membangun demokrasi yang lebih baik dan mendorong tingkat partisipatif pemilih pemula agar ikut memilih.

Sebab saat ini banyak pemilih pemula atau milenial yang belum banyak mengetahui politik. Sehingga pihaknya akan menggelar sosialisasi, forum grup diskusi dan sebagainya.

Selain itu, pihaknya juga mendorong partisipasi partai politik untuk melakukan pendidikan politik, baik itu kepada sesama anggota ataupun kepada masyarakat luas.

"Pendidikan politik bagi partai politik itu bukan berkampanye, tapi mengajak kader nya untuk mensosialisasikan persatuan, kondusifitas," ujarnya.

Lanjut Deva, Badan Kesbangpol Provinsi Bengkulu juga akan berkolaborasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk mendukung kegiatan pendidikan politik untuk masyarakat jelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) pada 2024.

Terkait dengan bantuan Partai Politik (Parpol) hanya partai yang mendapatkan kursi di Parlemen sesuai dengan Undang-Undang (UU) Parpol No 2 Tahun 2008 yang kemudian perubahan dengan Undang-Undang No 2 Tahun 2011 mendapatkan bantuan Parpol.

"Hanya sembilan parpol yang mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah," sebutnya.

Sembilan parpol tersebut yaitu Partai Gerindra, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Partai Golongan Karya, Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

Kemudian Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN) Partai Demokrat dan Partai Bulan Bintang.

"Partai politik yang mendapatkan bantuan, bisa mengalokasikan 60 persen untuk pendidikan politik. Dengan begitu nantinya kami harap kedepan tingkat partisipatif pemilu sampai 80 persen" terangnya.

Deva berharap agar seluruh pihak dapat menciptakan suasana yang kondusif dan tidak terpecah belah demi sukses Pemilu 2024.