Kesehatan Terganggu, Aung San Suu Kyi Minta Pengadilan Kurangi Frekuensi Sidang

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Yangon - Mantan pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi meminta hakim untuk mengurangi frekuensi persidangan yang harus ia hadiri.

Dikutip dari laman Channel News Asia, Senin (4/10/2021), permintaan Aung San Suu Kyi dikarenakan faktor kesehatannya yang terganggu, kata pengacaranya.

Aung San Suu Kyi yang tengah berada di masa peradilan, harus menghadiri sesi pengadilan dalam beberapa kasus.

Oleh karenanya, ia meminta untuk hadir setiap dua minggu sekali dan bukan setiap minggu, kata kepala pengacara Khin Maung Zaw melalui pesan teks.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Junta Myanmar Tak Izinkan Utusan Khusus ASEAN Bertemu Aung San Suu Kyi

Panglima Tertinggi Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing memimpin parade tentara pada Hari Angkatan Bersenjata di Naypyitaw, Myanmar, Sabtu (27/3/2021). Myanmar saat ini sedang dalam kekacauan sejak  para jenderal militer menggulingkan dan menahan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi pada Februari. (AP Photo)
Panglima Tertinggi Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing memimpin parade tentara pada Hari Angkatan Bersenjata di Naypyitaw, Myanmar, Sabtu (27/3/2021). Myanmar saat ini sedang dalam kekacauan sejak para jenderal militer menggulingkan dan menahan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi pada Februari. (AP Photo)

Sementara itu, Junta Myanmar dilaporkan "tak mungkin memberikan izin" kepada utusan khusus ASEAN -- yang bertugas memfasilitasi dialog di negara yang dilanda kudeta itu -- untuk bertemu dengan pemimpin pro-demokrasi Aung San Suu Kyi yang digulingkan.

Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara telah berada di bawah tekanan global untuk membantu menyelesaikan krisis di negara anggota Myanmar, di mana lebih dari 1.100 orang telah tewas dalam kekerasan pasca-kudeta menurut sebuah kelompok pemantau.

Wakil Menteri Luar Negeri Brunei Erywan Yusof, yang terpilih sebagai utusan khusus ASEAN pada Agustus setelah perselisihan panjang, telah menyerukan akses penuh ke semua pihak ketika ia berkunjung.

Tetapi seorang juru bicara junta mengatakan kepada AFP pada Kamis 30 September bahwa akan "sulit untuk memungkinkan pertemuan dengan mereka yang menghadapi persidangan," demikian seperti dikutip dari France24.

'Mereka' yang dimaksud merujuk pada Aung San Suu Kyi, yang saat ini tengah menjadi pesakitan dan tahanan junta.

"Kami akan mengizinkan pertemuan dengan organisasi resmi," tambah juru bicara Zaw Min Tun, tanpa memberikan rincian lebih lanjut tentang kapan junta Myanmar akan memberikan izin bagi utusan untuk berkunjung.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel