Keseimbangan Knowledge, Skill, Attitude Generasi Milenial

Syahdan Nurdin, subhanzizou-846
·Bacaan 3 menit

VIVAGenerasi milenial menjadi topik yang cukup hangat di berbagai kalangan, mulai dari segi pendidikan, teknologi, politik, maupun moral dan budayanya.

Generasi milenial kadang disebut dengan generasi Y, sekelompok orang yang lahir setelah generasi X, yaitu orang yang lahir pada kisaran tahun 1980-2000-an. Artinya generasi milenial adalah generasi muda yang berumur 17-37 pada tahun ini.

Generasi milenial dianggap spesial karena memiliki perbedaan yang cukup tajam dengan generasi sebelumnya, apalagi dalam hal teknologi.

Pada perkembangan zaman para kaum Milenial dituntut untuk memberi perubahan. Perubahan itu bisa berupa hal baik mapun hal buruk. Tergantung bagaimana kaum milenial berperan aktif dalam diri sendiri dan lingkungan nya.

Knowledge, Skill, dan Attitude. Ketiga hal ini mungkin sudah tidak asing kita dengar. Dimana knowledge berarti pengetahuan, skill artinya keterampilan, dan attitude berarti sikap.

Knowledge, skill, dan attitude, adalah tiga kompetensi yang sudah seharusnya dimiliki oleh setiap orang termasuk didalamnya Generasi Y atau Mellineal yang identik dengan zaman elektronik.

Apa jadinya jika ketiga hal tersebut tidak semuanya dimiliki oleh setiap individu Millenial yang memegang estafet pemimpin dimasa depan.

Maka akan hilanglah rasa Idelisme, Patriotisme dan Nasionalisme dari kaum millenial seperti pada akhir-akhir ini yang bisa kita dengar dan saksikan mulai terkikis nya hal tersebut, begitu banyaknya penyebaran berita hoaks di medsos, hilang nya rasa cinta terhadap bangsa dan negara.

Menjadi tugas dan tantangan tersendiri bagi kaum milenial untuk segera bergerak dan bertindak secara nyata dengan menangkal dan memberikan pahaman kepada masyarakat tentang pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa dari Sabang sampai Meuruke

Mari kita ulas mengenai pendapat para ahli terkait knowledge, skill dan attitude.

1. Knowledge Menurut Notoatmodjo (2003), pengetahuan (knowledge) adalah hasil tahu dari manusia yang sekedar menjawab pertanyaan “What”. Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu.

Penginderaan, penciuman, rasa, dan raba. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang (overt behavior).

2. Skill Menurut Dunette (1976), keterampilan berarti mengembangkan pengetahuan yang didapatkan melalui training, diskusi dan pengalaman dengan melaksanakan beberapa tugas sehari-hari serta keterlibatan millenial dan sosial, budaya kemasyarakatan.

Menurut Robbins (2000), keterampilan dibagi menjadi 4 kategori yaitu:

1. Basic Literacy SkillKeahlian dasar yang sudah pasti harus dimiliki oleh setiap orang seperti membaca, menulis, berhitung serta mendengarkan.

2. Technical SkillKeahlian secara teknis yang didapat melalui pembelajaran dalam bidang teknik seperti mengoperasikan komputer dan alat digital lainnya.

3. Interpersonal SkillKeahlian setiap orang dalam melakukan komunikasi satu sama lain seperti mendengarkan seseorang, memberi pendapat dan bekerja secara tim.

4. Problem Solving Keahlian seseorang dalam memecahkan masalah dengan menggunakan logikanya.

3. AttitudeThustone berpendapat bahwa sikap merupakan suatu tingkatan afeksi, baik bersifat positif maupun negatif dalam hubungannya dengan objek-objek psikologis, seperti: simbul, prase, slogan, orang, lembaga, cita-cita dan gagasan yang maju.

Ketiga hal di atas sangat penting perannya dalam perkembangan perjalanan mencari sosok pemimpin millenial baik secara nasional dan daerah.

Diantara ketiga hal tersebut, mana yang lebih penting dimiliki oleh sumber daya millenial Indonesia? Pertanyaan ini bisa dijawab dengan pemikiran sebagai berikut.

Coba anda bayangkan, ada seorang millenial dengan pengetahuan dan kemampuan yang mumpuni, selalu mengerjakan segala pekerjaan dan aktif di dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dengan cepat dan tepat namun tidak memiliki sopan santun, relasi dengan teman kerja dan masyarakat buruk, atau lebih parah tidak menghormati orang lain.

Dengan kata lain, dapat disimpulkan bahwa ketidakseimbangan dari knowledge, skill, dan attitude yang dimiliki oleh sumber daya generasi muda dapat menghambat kemajuan dan perkembangan bagi sebuah negara.

Sebagai generasi muda milenial mari kita tunjukkan bahwa keseimbangan dari knowledge, skill, dan attitude sangat penting bagi diri sendiri serta kemajuan bangsa dan negara dalam mengelola sebuah keberagaman dan perbedaan di setiap wilayah NKRI.

Sehingga lahir lah sosok tokoh pemimpin milenial yang mempunyai dan menjunjung tinggi integritas yang dapat menjawab persoalan-persolan yang tengah dihadapkan baik secara nasional dan ke daerahan seperti saat ini, seperti yang telah dicontohkan oleh para pejuang kemerdekaan RI.