Kesejahteraan Atlet, Fokus Gita Membenahi PBSI

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum PB PBSI periode 2012-2016, Gita Wirjawan, akan menjadikan kesejahteraan atlet sebagai salah satu fokus utama
dalam menjalankan tugasnya.

Menteri Perdagangan itu terpilih menjadi Ketua Umum Induk organisasi olahraga bulutangkis dalam Musyawarah Nasional PBSI XXI 2012 yang dilangsungkan di Yogyakarta.

"Pemain dan pelatih harus lebih diperhatikan kesejahteraannya. Selain itu, kita juga perlu melihat sistem untuk mengelola seluruh kepengurusan,"ujar Gita Wirjawan seperti dilansir dari situs PB PBSI.

Selain kesejahteraan atlet, Pria yang pada Jumat (21/9/2012) lalu, merayakan ulang tahun ke-47 itu menambahkan, saat ini paradigma untuk menghasilkan pemain-pemain berkualitas sudah berubah.

“Di negara-negara lain bahkan India, kini sudah memiliki pemain putri yang bagus.

Kita harus lihat best practice mereka seperti apa, seperti di China dan Korea. Tapi di luar Asia juga ada yang bisa kita contoh dan terapkan di sini,”tambahnya.

Selain itu, Gita juga menegaskan bahwa ia lebih memilih pelatih lokal karena dirinya melihat Indonesia memiliki begitu banyak talenta yang dapat turut membangun bulu tangkis ke tingkat yang lebih baik.

Berikut tiga poin yang menjadi rencana program kerja Gita Wirjawan:

Meningkatkan profesional bulu tangkis tanpa mengurangi patriotisme dengan cara mengisi orang-orang yang kapabel dan punya kepekaan terhadap kesejahteraan pemain, pelatih, pengurus, dan pemangku bulu tangkis.

Konsekuen beraspirasi menciptakan atlet-atlet nasional berskala internasional sehingga menjadi duta bulu tangkis tanah air.

Membentuk tim bulu tangkis yang membanggakan.


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.