Kesempatan terakhir Syuci Indriani di Paralimpiade Tokyo 2020

·Bacaan 4 menit

Atlet para-renang Indonesia Syuci Indriani akan turun pada nomor 200 meter gaya ganti perorangan putri SM14 di Tokyo Aquatics, Selasa (31/8), yang menjadi kesempatan terakhirnya untuk bisa memberikan yang terbaik di Paralimpiade Tokyo.

Syuci dijadwalkan mulai berlaga pada heat dua pukul 07:46 WIB. Secara keseluruhan nomor 200 meter gaya ganti perorangan putri SM14 diikuti 18 peserta dari berbagai negara.

Mereka terbagi dalam tiga heat, sebelum dipilih delapan peserta dengan catatan waktu terbaik untuk menuju ke final yang dijadwalkan terlaksana pada hari yang sama, pukul 15:42 WIB.

Berdasarkan entry time di laman resmi Paralimpiade Tokyo 2020, Syuci Indriani memiliki potensi untuk melaju final. Dia hadir berbekal catatan waktu terbaik 2 menit 36,32 detik yang menempatkannya di urutan kedelapan.

Namun untuk masuk dalam persaingan medali, rasanya sulit bagi Syuci Indriani. Sebab, dia akan berlomba dengan sejumlah nama yang memiliki catatan waktu lebih baik.

Baca juga: Syuci Indriani gagal ke final 100m gaya dada di Paralimpiade Tokyo
Baca juga: Syuci Indriani terhenti di babak penyisihan 100m gaya kupu-kupu S14

Seperti Bethany Firth yang memiliki catatan waktu terbaik 1 menit 27,31 detik. Wakil Inggris Raya itu akan mengawali lomba di heat tiga.

Bethany Firth juga adalah pemegang rekor Paralimpiade untuk nomor 200 meter gaya ganti perorangan putri SM14. Dia meraihnya saat menyabet emas pada 2016 di Rio de Janeiro, Brazil dengan catatan waktu 2 menit 19,55 detik.

Sejauh ini di Paralimpiade Tokyo, Bethany Firth juga telah mengoleksi dua medali masing-masing emas di nomor 4x100 meter gaya bebas estafet campuran S14 dan perak di nomor 200 meter gaya bebas S14.

Selain itu, ada Valeriia Shabalina dari Komite Paralimpiade Rusia yang memagang rekor dunia dengan catatan waktu 2 menit 18,78 detik.

Sepanjang Paralimpiade Tokyo, dia telah mengoleksi dua emas. Masing-masing pada nomor 100 meter gaya bebas putri S14 dan 100 meter gaya kupu-kupu putri S14.

Selain itu ada pula Louise Fiddes dari Inggris Raya yang berdasarkan entry time Paralimpiade Tokyo berada di urutan ketiga dengan catatan waktu 2 menit 26,05 detik.

Belum lagi Jessica Jane Applegate asal Inggris Raya dan Paige Leonhardt dari Australia yang juga memiliki catatan waktu di atas wakil Merah Putih.

Adapun Syuci pada babak penyisihan berada di posisi ketiga terbaik di antara peserta lainnya yang mengawali lomba di heat dua. Dia berada di bawah Valeriia Shabalina dan Paige Leonhardt yang memiliki catatan waktu terbaik 2 menit 32,10 detik.

Sedangkan sisanya, berada di bawah Syuci seperti Ashley Van Rijswijk (Australia) dengan 2 menit 37,49 detik, Olga Poteshkina (RPC) dengan 2 menit 37,99 detik, dan Ana Karolina Soares de Oliveira (Brazil) yakni 2 menit 40,70 detik.

Syuci harus memanfaatkan kesempatan kali ini dengan baik mengingat pada dua lomba sebelumnya gagal meraih hasil maksimal.

Seperti pada nomor 100 meter gaya dada putri SB14, Minggu (29/8). Syuci harus puas berada di posisi keenam pada heat dua sekaligus gagal ke final setelah mencatatkan waktu 1 menit 24,06 detik.

Hasil tersebut tertinggal 10,71 detik dari Michelle Alonso Morales (Spanyol) yang menempati posisi teredepan pada heat dua dengan catatan waktu 1 menit 13,35 detik.

Secara keseluruhan atau gabungan heat satu dan dua, Syuci berada di urutan ke-10. Adapun peraih emas pada nomor 100 meter gaya dada putri SB14 diraih Michelle Alonso Morales yang di final memecahkan rekor atas namanya sendiri dengan 1 menit 12,02 detik.

Sementara Louise Fiddes meraih medali perak dengan catatan waktu 1 menit 15,93 detik dan wakil Brazil Beatriz Borges Carneiro membawa pulang perunggu setelah mencatatkan waktu 1 menit 17,61 detik.

Sedangkan pada nomor 100 meter gaya kupu-kupu putri S14, Rabu (25/8), Syuci yang turun di heat dua tersingkir pada babak penyisihan setelah finis di urutan keenam dengan catatan waktu 1 menit 12,13 detik.

Bagi Syuci, Paralimpiade Tokyo adalah penampilan keduanya di pesta olahraga terbesar untuk atlet disabilitas di dunia tersebut. Sebelumnya dia pernah tampil di Rio Janeiro, Brazil pada 2016.

Kala itu, dia juga turun di tiga nomor berbeda. Dua di antaranya berhasil melaju hingga final di dua nomor pertandingan, yakni 100 meter gaya dada SB14 dan 200 meter gaya ganti perorangan SM14 putri.

Di babak final, dia finis di urutan delapan untuk gaya dada SB14 dengan catatan waktu 1 menit 24,24 detik, atau terpaut 11,62 detik dari peraih emas Michelle Alonso Morales dari Spanyol.

Sementara untuk nomor 200 meter gaya ganti perorangan SM14 putri, Syuci finis di urutan ketujuh pada babak final dengan catatan waktu 2 menit 40,64 detik atau terpaut 21,09 detik dari sang pemenang Bethany Firth.

Satu nomor lainnya adalah 200 meter gaya bebas S14 putri dan terhenti di babak penyisihan setelah hanya mampu finis ketujuh di heat dua dengan catatan waktu 2 menit 24,63 detik.

Kini, Syuci akan kembali mencoba peruntungannya memberikan hasil terbaik di Paralimpiade Tokyo. Syuci pun satu-satunya harapan yang dari cabang para-renang Indonesia setelah sebelumnya perjuangan Jendi Pangabean berakhir.

Jendi gagal lolos ke final nomor 100 meter gaya dada putra S9 setelah hanya mampu finis di posisi kelima pada lomba heat dua di Tokyo Aquatics Centre, Senin pagi tadi, dengan catatan waktu 1 menit 07,10 detik.

Baca juga: Giliran Jendi Pangabean berjuang di Paralimpiade Tokyo 2020
Baca juga: Jaenal Aripin minta maaf karena didiskualikasi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel