Kesendirian Bukan Halangan untuk Merasakan Kebahagiaan

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Kita semua pernah punya pengalaman atau kisah tentang cinta. Kita pun bisa memaknai arti cinta berdasarkan semua cerita yang pernah kita miliki sendiri. Ada tawa, air mata, kebahagiaan, kesedihan, dan berbagai suka duka yang mewarnai cinta. Kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories Februari 2021: Seribu Kali Cinta ini menghadirkan sesuatu yang baru tentang cinta. Semoga ada inspirasi atau pelajaran berharga yang bisa dipetik dari tulisan ini.

***

Oleh: Komang Ayu Astrini

Keluarga memang bukanlah kumpulan orang-orang yang sempurna. Meski begitu, betapa tangguhnya ibu saat harus berjuang di saat statusnya menjanda selama 45 tahun mengurus peliknya lika-liku kehidupan tanpa ayah. Menjadi tulang punggung bagi keluarganya, juga anak-anak yang dipeliharanya hingga bisa menamatkan perguruan tinggi tanpa kekurangan apa pun.

Hingga kini ibu masih bisa mandiri membantu keuangan keluarga di tengah pandemi Covid-19. Kakak, walau hidup menduda tanpa pasangan tidak memutuskan rasa tanggung jawab dan kewajibannya dalam melindungi ibu dan diriku yang juga seorang janda.

Kami adalah tiga orang yang hidup bersama dengan kesendirian yang masing-masing menyelimuti diri sendiri. Belum lagi aku baru bisa sedikit pulih dari kejadian rumah tanggaku yang diselimuti kekerasan, perceraian yang menyakitkan, dan perpisahan dengan anak-anak. Batin ini kembali lumpuh setelah mendengar aku divonis kanker serviks stadium 3, seluruh indera dalam tubuh ini seolah tak mampu bekerja lagi karena rapuh mendengar pernyataan dokter.

Keluarga yang Selalu Ada

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/photographeeeu
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/photographeeeu

Ada keluarga yang memperjuangkanku adalah suatu mukjizat dari kebesaran Tuhan bagi karma baikku yang telah menitipkan jiwa dari orang yang sungguh luar biasa yaitu keluargaku. Aku mengalami gejolak emosi yang merupakan efek dari serangkaian kemoterapi juga radiasi, akupun dapat merasakan raga ini sering mengamuk dengan sering memperbesar kesalahan hal-hal kecil yang terjadi walau sebenarnya aku sangat ingin menahannya.

Apa pun keluh kesah, rasa sakit dan kecewa yang kurasakan, walau aku ingin pergi jauh namun Rangkulan Ibu dan kakak selalu ada apapun yang terjadi dan tetaplah yang terbaik. Mereka sangat berdedikasi di dalam perjalanan hidupku. Di balik ketidaksempurnaan kehidupan yang mereka miliki, mereka berhasil menyembunyikannya dengan rapi. Mengapa bisa? Karena mereka tak ingin aku semakin menjadi rapuh karena telah melalui banyak kesulitan. Bagiku mereka menjadi sempurna karena perhatian mereka sungguh-sungguh, ketulusan mereka sangatlah nyata tak hanya kepadaku namun dilakukan pula kepada hidup orang lain.

Rasa banggaku kepada mereka dan rasa syukurku tak berhenti mengalir atas campur tangan Tuhan yang telah bermurah hati memberiku keluarga seperti mereka membuatku mampu melewati beratnya perjalanan untuk sembuh dan pulih seperti sediakala.

Doaku, semoga kalian selalu bahagia dan sehat. Terima kasih karena telah menjadikan kehidupanku sempurna karena memiliki kalian berdua baik di dalam hatiku maupun kehidupan nyata dengan begitu banyak cinta serta semangat untuk kehidupan yang lebih baik.

#ElevateWomen