Kesiapan Maskapai Penerbangan Jalankan Aturan PPKM Darurat

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah resmi mengeluarkan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk Jawa-Bali, yang berlaku mulai 3 hingga 20 Juli 2021.

Dalam aturan tersebut, terdapat ketentuan yang mengatur transportasi jarak jauh. Bila setiap pelaku perjalanan domestik yang menggunakan moda transportasi jarak jauh (pesawat, bus dan kereta api) harus menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksin dosis I), dan PCR H-2 untuk pesawat serta Antigen (H-1) untuk moda transportasi jarak jauh lainnya.

Maka aturan bagi penumpang moda transportasi udara, harus menyesuaikan dengan aturan PPKM Darurat tersebut. Maskapai mengaku akan mengikuti aturan dan ketentuan yang ada dari hasil rapat pihak Kementerian Perhubungan.

Baca juga: PPKM Darurat, Pusat Belanja dan Mal Tutup Lebih 2 Pekan

Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, Mitra Piranti mengatakan, pihaknya baru mendiskusikan secara internal soal peraturan tersebut.

"Ini baru terbit panduannya, sedang kami koordinasikan di internal dulu nanti kami informasikan," katanya, Kamis 1 Juli 2021.

Menurutnya, panduan tersebut berlaku mulai 3 Juli 2021 mendatang. Selagi belum tanggal tersebut, pihaknya tersebut masih berpedoman pada SE Kemenhub.

"Sebelum tanggal 3 Juli 2021 kita mengacu pada ketentuan dari gugus tugas dan Kemenhub ya, yakni SE Kemenhub Nomor 26 tahun 2021 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara Dalam Masa Pandemi COVID-19," ujarnya.

Sementara itu, Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, pihaknya akan mengikuti dan menjalankan hal tersebut. Dalam rangka mendukung program pemerintah dalam upaya pengendalian COVID-19.

"Kita akan ikuti dan terhadap bisnis, Lion Air Group akan beradaptasi, terus menganalisis dan evaluasi. Mengenai data-data lebih lengkap, saya belum bisa memberikan keterangan," ujarnya.

Sementara, pengelola Bandara Soekarno Hatta, melalui Senior Manager Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Holik Muardi menerangkan pihaknya belum menerima edaran resmi hingga hari ini.

"Sampai saat ini, kami belum menerima surat edarannya (SE) baik dari Kemenhub maupun dari satgas. Dan selagi belum ada surat resminya, maka penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta masih diwajibkan menyertakan surat bebas COVID-19 berupa antigen atau PCR," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel