Kesiapan Musi Banyuasin Menuju Ibu Kota Dunia Energi Berkelanjutan Berbasis Sawit

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Palembang - Dikarunia Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin Sumatera Selatan (Sumsel) menargetkan memaksimalkan produksi energi berkelanjutan di berbagai aspek.

SDA yang cukup besar di Musi Banyuasin yaitu di sektor perkebunan, pertanian, peternakan, perikanan, ekonomi kreatif dan pariwisata.

Hal ini dibahas dalam diskusi virtual ‘Musi Banyuasin 2030: Menuju World Capital of Sustainable Energy Based on Palm Oil’, yang merupakan hasil kolaborasi MarkPlus, Inc. dan Pemkab Musi Banyuasin Sumsel.

Founder & Chairman MarkPlus, Inc Hermawan Kartajaya menilai Musi Banyuasin tidak hanya sebagai gudang energi, tapi memiliki sektor lain yang maju dan besar seperti pertanian.

Kekayaan tersebut diharapkannya mampu mendorong Pemkab Musi Banyuasin, untuk mengoptimalisasi pengelolaan serta produksi energi berkelanjutan. Terutama untuk menyongsong tahun Indonesia emas dengan sustainable development goal.

“Musi Banyuasin punya potensi besar sebagai percontohan energi berkelanjutan bagi daerah hingga negara lain, contohnya program perkebunan rakyat,” ungkapnya dalam webinar pada Rabu, (11/11) 2020.

Untuk menyongsong visi 2030 tersebut, dia menilai harus dimulai dengan perencanaan program di tahun 2021 hingga 2030.

Di mana diyakini sebagai tahun relief atau penuh bantuan, mengingat investasi, ekspor, dan konsumsi masyarakat turun drastis. Sehingga diperlukan strategi untuk recovery dan membuat negara luar melirik Indonesia khususnya Musi Banyuasin Sumsel.

Target Musi Banyuasin

Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin menjelaskan tentang potensi besar yang ada di Musi Banyuasin Sumsel (Dok. Humas Pemkab Musi Banyuasin / Nefri Inge)
Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin menjelaskan tentang potensi besar yang ada di Musi Banyuasin Sumsel (Dok. Humas Pemkab Musi Banyuasin / Nefri Inge)

Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin pun optimis, Kabupaten Musi Banyuasin mampu menjadi ibu kota energi berkelanjutan berbasis kelapa sawit di tahun 2030.

Karena menurutnya, saat ini sudah berjalan beberapa program, terkait keberlanjutan salah satunya produksi bensin dari kelapa sawit.

Keunggulan ini, lanjut Dodi Reza, untuk mencapai tujuan Musi Banyuasin di tahun 2025, menjadi nation of champion sustainable economy atau juara nasional tentang ekonomi berkelanjutan.

Produksi Bensin Sawit

Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin memukul gong menandakan kesiapan Musi Banyuasin menjadi Ibu Kota Dunia Energi Berkelanjutan Berbasis Sawit (Dok. Humas Pemkab Musi Banyuasin / Nefri Inge)
Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin memukul gong menandakan kesiapan Musi Banyuasin menjadi Ibu Kota Dunia Energi Berkelanjutan Berbasis Sawit (Dok. Humas Pemkab Musi Banyuasin / Nefri Inge)

“Ini bukan hanya mimpi, tapi sudah dirintis dan masuk tahap proses. Dan produksi bensin sawit dari Musi Banyuasin, akan dimulai dalam waktu dekat,” ucapnya.

Produksi bensin kelapa sawit akan menunjukan Indonesia sebagai bangsa yang mandiri, tidak bergantung dengan pasar luar, dan bisa diproduksi serta dihasilkan dari petani-petani rakyat di Musi Banyuasin.

Tidak hanya produksi bensin dari kelapa sawit, Pemkab Musi Banyuasin juga mulai mengembangkan eco-fashion, dengan memanfaatkan SDA sebagai pewarna alami yang ramah lingkungan.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini :