Kesultanan Palembang Darussalam pamerkan dua naskah kuno

Kesultanan Palembang Darussalam memamerkan koleksi dua naskah (manuskrip) kuno dalam Festival Literasi se- Sumatera Selatan di daerah setempat pada 5-7 November 2022.

Sultan Palembang Darussalam Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M. Fauwaz Diradja pada hari terakhir pameran di Palembang, Senin, mengatakan dua manuskrip kuno koleksi Kesultanan Palembang Darussalam yang dipamerkan, yakni Kitab Tanbih Al Masyi sezaman Abdul Somad Al Palembani yang ada hubungan dengan Aceh dibuat pada awal abad 18 dan catatan harian cucu Sultan Mahmud Badaruddin II Raden Abdul Habib selama di Ternate dan Palembang yang dibuat pada abad 19-20.

Dia menjelaskan mengenai literasi Palembang di masa lalu, kota ini menjadi salah satu tempat yang memperkuat literasi setelah jatuhnya Kesultanan Aceh.

"Jadi pusat peradaban atau pusat budaya dan juga pusat pengetahuan beralih ke Palembang, dan banyaknya manuskrip-manuskrip yang ada di Kota Palembang baik berhuruf Arab Melayu maupun huruf Kaganga,” ujarnya.

Menurut dia, Sumsel terutama Palembang merupakan pusat dari ilmu pengetahuan pada masa lalu.

Baca juga: Wapres apresiasi tayangan Ngaji Manuskrip Kuno Nusantara

Warisan-warisan budaya dan adat istiadat yang ada di Palembang ini diharapkan tetap dilestarikan serta adat dan budaya yang ada menjadi aset wisata daerah.

“Kami mengapresiasi Festival Literasi se- Sumsel ini, karena semakin banyak generasi muda yang melek dan membaca maka akan semakin banyak generasi terpelajar di Palembang,” kata Sultan Fauwaz.

Sebelumnya, Gubernur Sumsel Herman Deru menjelaskan bahwa pihaknya melalui Dinas Perpustakaan menggelar Festival Literasi se- Sumsel di Dinning Hall Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, selama 5-7 November 2022

Festival Literasi Sumatera Selatan Tahun 2022 mengusung tema “Transformasi Literasi Dahulu, Kini dan Mendatang”.

Kegiatan untuk mengenalkan warisan budaya dan adat istiadat di provinsi dengan 17 kabupaten/kota ini akan dilakukan secara rutin setiap tahun, ujar Gubernur Herman Deru.

Baca juga: Nahdlatut turots pamerkan manuskrip sejarah Islam di muktamar
Baca juga: Salim Segaf dorong perawatan manuskrip kuno Melayu di Pulau Penyengat