Kesunyian Jelang Idul Fitri di Ternate Saat Pandemi Covid-19

Liputan6.com, Ternate - MUI Kota Ternate, Maluku Utara kembali mengimbau kepada masyarakat agar melaksanakan Salat Idul Fitri 1441 Hijriah di rumah. Imbauan ini dikeluarkan untuk mencegah penularan wabah virus corona Covid-19 yang semakin bertambah.

Ketua MUI Ustaz Usman Muhammad menjelaskan, imbauan ini dikeluarkan sesuai Fatwa MUI Pusat. Bahwa adanya kondisi Kota Ternate yang sudah terkonfirmasi kasus Covid-19 sebanyak 55 orang (per 19 Mei 2020) dan sudah ada kasus transmisi lokal maka diharapkan kepada warga setempat untuk melaksanakan salat Idul Fitri di rumah bersama keluarga masing-masing.

"Ini bisa dilakukan secara berjemaah maupun sendiri-sendiri di rumah," ucap Usman, ketika dihubungi Liputan6.com, melalui via telepon, Senin, 19 Mei 2020.

Meski sudah mengeluarkan imbauan, namun keputusan tersebut, kata Usman, dikembalikan lagi kepada warga setempat yang memilih salat berjemaah di masjid atau dilakukan di rumah.

"Semua ini juga diserahkan dan dikembalikan kepada Pemerintah Kota Ternate," lanjut Usman.

 

Pertanda Idul Fitri yang Beda

Pemuda Desa Sangowo Morotai melakukan pembakaran 1.000 sumbu pelita menyambut datangnya Lailatul Qadar usai salat tarawih malam ke-27 Ramadan 1441 Hijriah. (For Liputan6.com/Hairil Hiar)

Momen Idul Fitri 1441 Hijriah di kota kecil ini akan berbeda dengan tahun-tahun sesudahnya. Pertanda suasana yang beda ini karena pandemi Covid-19 masih menghantui dan terus bertambah.

Pengamatan Liputan6.com, pada malam menyambut datangnya Lailatul Qadar pun tidak seperti biasanya. Padahal, pada malam ke-27 Ramadan itu terdapat tradisi yang unik di Ternate.

Tradisi berupa pawai obor anak-anak keliling kampung, pembakaran pelita yang dikerumuni anak-anak dan para remaja yang bermain bola api pun tak muncul setelah salat tarawih di malam yang lebih baik dari 1.000 bulan ini hingga jelang sahur.

Simak video pilihan berikut ini: