Ketahui 4 Dampak Buruk Ketika Malas Membersihkan Tempat Tidur

·Bacaan 2 menit

Menjaga kebersihan adalah kewajiban yang harus dilakukan bagi setiap orang. Tak hanya kebersihan badan, kondisi di dalam rumah juga harus terjaga kebersihannya. Jika rumah dalam keadaan bersih, maka suasananya akan terlihat segar, nyaman, dan sehat.

Ruangan paling utama yang harus selalu dibersihkan yaitu kamar tidur. Pasalnya kamar tidur menjadi ruangan yang paling sering ditempati. Sebagian besar waktu kita dihabiskan di kamar untuk tidur, belajar, maupun bekerja.

Saat hendak tidur, pastikan kondisi tempat tidur sudah bersih. Sebab, tanpa disadari banyak kuman-kuman yang menempel di seprai dan sarung bantal. Segala aktivitas yang dilakukan di atas tempat tidur tentu membawa banyak kuman, seperti debu, serpihan makanan, bulu binatang dan lain-lain.

Oleh karena itu, sering membersihkan tempat tidur sangat dianjurkan. Jika seprai, sarung bantal, dan selimut jarang dicuci, maka akan berdampak pada kesehatan. Seperti ulasan berikut ini, 4 dampak buruk ketika malas membersihkan tempat tidur. Dilansir dari Liputan6.com, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Mata Merah karena Infeksi

Ilustrasi Tidur Credit: pexels.com/tara
Ilustrasi Tidur Credit: pexels.com/tara

Jia seprai jarang dicuci maka akan banyak bakteri yang menumpuk. Bakteri tersebut dapat menyebabkan mata anda infeksi yang membuat kondisi mata menjadi merah. Agar terhindar dari hal tersebut, cuci seprai Anda setiap seminggu sekali. Rendam seprai dengan air panas agar bakterinya mati.

Kulit Menjadi Berjerawat

Ilustrasi Kulit Berjerawat Credit: pexels.com/Dean
Ilustrasi Kulit Berjerawat Credit: pexels.com/Dean

Sprei dan sarung bantal yang kotor dapat membuat kulit mudah berjerawat. Banyak orang berpikir jika diam di rumah saja akan membuat kulit lebih sehat dan jarang muncul jerawat.

Kenyataannya, kamu masih bertemu dengan bakteri walau hanya di rumah. Bakteri-bakteri tersebut menetap di sprei dan sarung bantal yang jarang dicuci. Oleh karena itu, cuci sarung bantal setiap 2 hingga 3 hari sekali, sedangkan seprai dapat dicuci seminggu sekali.

Kulit Kepala Jadi Gatal

Ilustrasi Kulit Kepala yang Gatal Credit: shutterstock.com
Ilustrasi Kulit Kepala yang Gatal Credit: shutterstock.com

Jika sarung bantal jarang dicuci, maka akan menjadi lembab dan hangat. Keadaan tersebut membuat jamur betah untuk menetap di sarung bantal. Jamur tersebut dikenal sebagai dermatofita yang menyebabkan bintik-bintik di kulit kepala dan menimbulkan rasa gatal.

Kita sering menyebutnya dengan kurap. Agar terhindar dari penyakit tersebut, disarankan untuk sering mencuci bantal, sarung bantal, seprai dan selimut.

Alergi karena Debu

Ilustrasi Alergi Debu Credit: pexels.com/Jean
Ilustrasi Alergi Debu Credit: pexels.com/Jean

Jika selalu mengalami bersin dan mata sering gatal di malam hari, kemungkinan itu adalah tanda terkena alergi. Alergi terjadi karena banyak debu hingga tungau yang menetap di tempat tidur seperti seprai, sarung bantal, dan selimut.

Jika dibiarkan dalam waktu lama, maka akan menyebabkan penyakit asma. Pastikan peralatan tidur dicuci dengan air panas dan sering membersihkan kamar.