Ketahui 5 Manfaat Lilin Aromaterapi Kekinian Beserta Risiko Bahaya Penggunaannya

·Bacaan 3 menit

Kini banyak orang yang gemar bahkan terobsesi untuk mendapatkan manfaat lilin aromaterapi dalam rangka menghilangkan stres dan mendapatkan ketenangan. Akan tetapi, tidak jarang juga yang menganggap ada bahaya lilin aromaterapi yang mengancam kesehatan.

Manfaat lilin aromaterapi sendiri memang sangat berguna untuk mengeluarkan aroma yang bisa menimbulkan rasa tenang, bahkan sampai dianggap mampu meredakan serta menghilangkan stres.

Sebenarnya, manfaat lilin aromaterapi sendiri berasal dari kandungan aromaterapi dalam lilin tersebut yang akan menguap ketika dibakar. Lalu uap tersebut yang akan mengisi udara pada area sekitarnya. Hingga akhirnya udara yang sudah terisi uap lilin tersebut akan menimbulkan bau yang khas.

Ada berbagai manfaat lilin aromaterapi serta kemungkinan bahayanya yang sangat perlu diketahui. Untuk itu, Fimela.com kali ini akan mengulas 5 manfaat lilin aromaterapi beserta risiko bahaya penggunaannya. Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Efektif Menurunkan Stres

Ilustrasi Penggunaan Lilin Aromaterapi Credit: pexels.com/Annete
Ilustrasi Penggunaan Lilin Aromaterapi Credit: pexels.com/Annete

Melansir Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Kementerian Pertanian Republik Indonesia, manfaat lilin aromaterapi yang pertama dan paling dikenal oleh banyak kalangan adalah mampu membantu menurunkan kadar stres.

Lilin aromaterapi lavender salah satu yang sangat direkomendasikan apabila ingin merelaksasi tubuh. Bahkan kegiatan yoga sering menggunakan lilin aromaterapi ini untuk menciptakan keadaan relaksasi yang lebih dalam.

Biasanya, selain menggunakan minyak lavender, penggunaan campuran minyak esensial lain, seperti cendana, mawar, serta kenanga juga sangat ideal dalam membantu mengurangi stres yang sering timbul.

Mengatasi Insomnia

Ilustrasi Tidur Credit: pexels.com/Andrea
Ilustrasi Tidur Credit: pexels.com/Andrea

Kemudian, manfaat lilin aromaterapi juga berguna untuk mengatasi insomnia. Salah satu yang populer untuk mengatasi insomnia adalah aroma clary sage. Aroma tersebut bisa membantu kamu untuk tidur lebih cepat. Kemudian, penggunaan aroma chamomile juga cukup direkomendasikan karena tidak kalah efektif untuk mengurangi rasa gelisah.

Bantu Menjaga Konsentrasi

Ilustrasi Bekerja di Rumah Credit: pexels.com/Vlada
Ilustrasi Bekerja di Rumah Credit: pexels.com/Vlada

Selain mampu mencegah insomnia, manfaat lilin aromaterapi juga baik dalam menjaga konsentrasi. Salah satu pilihan yang tepat adalah lilin dengan aroma citrus. Aroma tersebut diklaim sukup efektif dalam menjaga konsentrasi.

Selain aroma citrus, penggunaan aroma seperti basil, thyme, serta cypress juga tidak kalah efektif dan sangat direkomendasikan, karena aroma tersebut mampu mendorong refleksi serta menuntun pikiran agar lebih mendalam.

Mengatasi Tekanan dan Nyeri Otot

Ilustrasi Nyeri Punggung Credit: pexels.com/Carolina
Ilustrasi Nyeri Punggung Credit: pexels.com/Carolina

Penggunaan aroma peppermint dipercaya sempurna dalam mengatasi permasalahan pada otot. Pasalnya, aroma tersebut akan sangat membantu untuk mengatasi rasa sakit pada kepala, nyeri otot, bahkan masalah pada pencernaan. Kamu juga dapat mempertimbangkan penggunaan lilin dengan aroma jeruk serta kayu manis. Aroma tersebut tidak kalah ampuh untuk meningkatkan energi.

Atasi Alergi serta Infeksi

Ilustrasi Alergi Credit: pexels.com/Andrea
Ilustrasi Alergi Credit: pexels.com/Andrea

Dilansir Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Kementerian Pertanian Republik Indonesia, manfaat lilin aromaterapi kayu putih dipercaya akan membantu untuk hilangkan alergi serta berbagai infeksi yang dialami oleh seseorang.

Kemudian, lilin dengan aroma tersebut juga sangat mampu untuk mengatasi kelelahan atau pusing akibat bau yang kuat dan menyengat, seperti aroma kapur barus.

Bahaya Lilin Aromaterapi untuk Kesehatan

Ilustrasi Lilin Aromaterapi Credit: pexels.com/Ekaterina
Ilustrasi Lilin Aromaterapi Credit: pexels.com/Ekaterina

Meski ada beragam manfaat lilin aromaterapi seperti yang sudah disebutkan di atas, tapi ternyata ada risiko bahaya lilin aromaterapi yang bisa mengancam kesehatan. Melansir Klikdokter, bahkan para ahli mengatakan jika penggunaan lilin aromaterapi dapat membahayakan kesehatan serta lingkungan.

Pasalnya, bahan yang digunakan dalam lilin aromaterapi berpotensi untuk menghasilkan racun yang membahayakan tubuh ketika dihirup. Akan tetapi, tentu tidak semua jenis lilin aromaterapi akan menimbulkan potensi tersebut.

Agar terhindar dari bahaya lilin aromaterapi tersebut, ada baiknya kamu lebih kritis dan waspada, serta perlu untuk menelaah lebih lanjut mengenai bahan yang terkandung di dalam lilin yang digunakan untuk membuat lilin aromaterapi tersebut.

Bahkan, untuk menanggulangi bahaya lilin aromaterapi tersebut, di beberapa negara maju seperti Inggris, perusahaan yang memproduksi lilin aromaterapi sudah diminta pemerintah untuk mengurangi emisi yang timbul dari lilin tersebut. Selain itu, pemerintah juga meminta para perusahaan lilin aromaterapi agar selalu memberikan peringatan pada para konsumen setianya mengenai dampak negatif dari produk yang dijual bagi kesehatan.

Mengapa Inggris menerapkan hal tersebut? Pasalnya, cukup banyak penduduk di Inggris yang secara rutin menggunakan lilin aromaterapi dalam rangka mengharumkan tempat tinggal mereka.

Akan tetapi, jika melihat lebih jauh mengenai apa penyebab timbulnya bahaya lilin aromaterapi, hal ini tidak lain karena sebagian besar lilin aromaterapi terbuat dari paraffin wax. Bahan tersebut telah diteliti dan memang bisa mengeluarkan zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan paru.

Bahkan, risiko timbulnya bahaya lilin aromaterapi akan semakin tinggi apabila jenis lilin yang digunakan sumbunya dibuat dari sumbu berinti logam. Sebab, penggunaan bahan tersebut berpotensi melepaskan zat toxin yang sangat berbahaya bagi kesehatan paru.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel