Ketahui Dampak Terlalu Banyak Konsumsi Daging

·Bacaan 3 menit

VIVA – Olahan daging sapi seperti rendang menjadi salah satu olahran yang populer tersaji saat Idul Fitri. Tekstur yang empuk berpadu dengan gurihnya bumbu rendang terkadang membuat kita ketagihan. Tanpa sadar, makanan nikmat Lebaran dilahap dalam porsi yang terlalu besar untuk dikonsumsi tubuh.

Anda mungkin pernah mendengar berbagai pendapat tentang apakah makan daging itu baik atau buruk bagi kesehatan. Meskipun jawaban yang benar masih sangat kabur, para ahli dan peneliti telah menemukan bahwa makan terlalu banyak daging dapat memperburuk risiko beberapa masalah kesehatan.

Berikut beberapa hal yang dapat terjadi pada tubuh jika makan terlalu banyak daging, dikutip dari thehealthy.

Bisa mengalami sembelit

Daging hampir tidak mengandung serat, yang biasanya Anda dapatkan dari buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Sembelit dan nyeri saat buang air besar adalah beberapa tanda pertama Anda kekurangan serat, kata ahli gizi Jenna Braddock, pendiri makehealthyeasy.com.

"Kembali ke buah-buahan dan sayuran adalah salah satu cara terbaik untuk mendapatkan serat karena Anda juga mendapatkan nutrisi yang sangat baik bersamanya," kata Braddock.

Memengaruhi kesehatan jantung

Terlalu banyak mengonsumsi daging dapat memengaruhi kesehatan jantung. Jenis daging tersebut tinggi lemak jenuhnya, yang menurut penelitian meningkatkan kolesterol LDL "jahat" dan, pada gilirannya, meningkatkan risiko penyakit jantung.

The American Heart Association merekomendasikan untuk membatasi lemak jenuh 5 hingga 6 persen dari total kalori, atau 13 kalori dalam diet 2.000 kalori.

Untuk itu, penting mengimbangi dengan makan serat. Karena serat membantu tubuh Anda menyerap kolesterol, dan dapat melindungi jantung Anda.

Tubuh mungkin harus melawan peradangan

Lemak jenuh dalam daging dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh, demikian temuan penelitian di European Journal of Nutrition. Ditambah lagi, daging memilki kandungan antioksidan penangkal peradangan lebih rendah dibandingkan produk turunannya.

"Alasan ada rekomendasi bagi orang-orang untuk 'makan makanan yang penuh warna' adalah karena setiap warna yang Anda temukan dalam buah dan sayuran karena pigmen adalah kelompok antioksidan berbeda yang melakukan hal berbeda dan bermanfaat bagi tubuh dengan cara berbeda," kata Braddock.

Risiko batu ginjal

Protein yang berlebihan dapat merusak ginjal. Secara spesifik, protein hewani penuh dengan senyawa yang disebut purin, yang terurai menjadi asam urat. Terlalu banyak asam urat meningkatkan risiko batu ginjal, kata Passerrello.

Kebanyakan orang seharusnya tidak terlalu kesulitan memecah protein,, tetapi perhatikan asupan Anda jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan masalah ginjal.

Berat badan bertambah

Anda mungkin pernah mendengar bahwa protein membantu membangun masa otot. Tapi terlalu banyak makan daging memiliki efek samping yang tidak diinginkan.

"Jika Anda makan lebih banyak protein daripada yang dibutuhkan tubuh, Anda tidak menyimpannya sebagai protein melainka. lemak. Ini tidak bermanfaat kecuali Anda juga meningkatkan permintaan tubuh Anda," kata Braddock.

Risiko kanker meningkat

Studi menunjukkan bahwa makan banyak daging merah dapat meningkatkan kemungkinan terkena kanker kolorektal. Laporan tahun 2018, Diet, Nutrisi, Aktivitas Fisik, dan Kanker: Perspektif Global dari Dana Penelitian Kanker Dunia dan Institut Penelitian Kanker Amerika menemukan bahwa makan lebih dari 18 ons daging merah seminggu dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal.

Faktanya, makan daging olahan secara teratur dalam jumlah berapa pun dapat membuat Anda lebih rentan terhadap kanker perut dan kolorektal, menurut American Institute for Cancer Research.

Para ilmuwan belum mengonfirmasi alasan itu, tetapi mungkin terkait dengan lemak jenuh dalam produk tersebut, kata Passerrello. Cobalah menukar beberapa daging dengan unggas atau protein nabati seperti kacang-kacangan.