Ketahui Penyebab Mata Minus pada Remaja Beserta Cara Mengatasinya

·Bacaan 4 menit

Fimela.com, Jakarta Kondisi mata minus bisa terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak. Penyebab Mata Minus pada anak masih belum dipastikan secara jelas. Namun, ada beberapa kemungkinan penyebab mata minus pada anak bisa terjadi di antaranya karena faktor keturunan (genetik) atau bahkan faktor eksternal.

Mata minus atau rabun jauh merupakan salah satu gangguan kesehatan mata yang menyebabkan penderitanya tidak bisa melihat objek jarak jauh dengan jelas. Bagi orang tua, penting untuk mengetahui penyebab mata minus pada anak sedini mungkin. Hal ini berguna agar anak tidak mengalami kondisi mata minus sejak kecil.

TERKAIT: Cara Menyembuhkan Mata Minus Tinggi dalam 1 minggu Secara Alami dan Cepat

TERKAIT: Angka Mata Minus Terus Bertambah di Era Pandemi, JEC Pelopori Sentra Penanganan Miopia di Indonesia

TERKAIT: Empat Cara Alami Mengurangi Mata Minus Anda

Pasalnya, anak yang sejak dini sudah terjangkit mata minus akan sangat mengganggu aktivitas yang sedang aktif-aktifnya. Apabila kondisi mata minus tidak diatasi dengan baik, maka memungkinkan juga kondisinya semakin parah.

Untuk itu, bagi para orang tua penting untuk lebih peka terhadap kondisi anak apabila telah terlihat gejala mata minus. Berikut ini Fimela.com telah merangkum penyebab mata minus pada remaja beserta cara mengatasinya. Dilansir dari Liputan6.com, simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Seputar Mata Minus pada Remaja

Ilustrasi Mata Minus Credit: pexels.com/Flemming
Ilustrasi Mata Minus Credit: pexels.com/Flemming

Sebelum masuk mengenal tentang penyebab mata minus pada anak, sebaiknya penting untuk mengetahui apa itu mata minus. Sebenarnya mata minus adalah salah satu kondisi terkait gangguan penglihatan. Kondisi ini merupakan salah satu gangguan refraksi dalam mata yang paling sering ditemui.

Mata minus bisa terjadi karena ada sinar yang masuk ke dalam mata, yang diproteksikan pada satu titik di depan retina. Mata minus atau rabun jauh merupakan salah satu gangguan kesehatan mata yang menyebabkan penderitanya tidak bisa melihat objek jarak jauh dengan jelas. Mata minus ini bisa terjadi pasa siapa saja, termasuk anak-anak.

Enggak jarang mata minus cukup sulit untuk diketahui atau samar apabila terjadi pada anak-anak. Padahal, apabila orang tua tidak memahami gejala atau tanda yang dirasakan anak dengan mata minus bisa mengganggu aktivitasnya dan bisa memperparah kondisinya.

Mata minus pada anak bisa terjadi karena beberapa faktor penyebab, di antaranta keturunan, kebiasaan buruk saat membaca buku, atau kebiasaan menggunakan gadget dalam waktu yang lama.

Penyebab Mata Minus pada Remaja yang Perlu Diwaspadai

Ilustrasi Penyebab Mata Minus pada Remaja Credit: pexels.com/cottonbro
Ilustrasi Penyebab Mata Minus pada Remaja Credit: pexels.com/cottonbro

Saat ini penyebab mata minus pada remaja belum dipastikan secara jelas. Ada beberapa kemungkinan penyebab mata minus pada remaja bisa terjadi di antaranya karena faktor keturunan atau bahkan faktor eksternal.

Penyebab mata minus pada remaja karena keturunan apabila kamu menderita mata minus atau rabun jauh. Maka kemungkinan remaja terjangkit atau menderita mata minus sangat besar. Terlepas dari faktor bawaan, mata minus juga bisa terjadi oleh faktor eksternal.

Faktor eksternal penyebab mata minus pada remaja biasanya diakibatkan oleg kebiasaan buruk yang sering dilakukan. Misalnya saja anak terbiasa melihat benda apapun yang didekatkan ke matanya seperti membaca buku, bermain gadget, dan lain sebagainya. Apabila kebiasaan buruk ini dibiarkan dalam jangka waktu lama maka bisa merusak mata.

Penyebab lainnya, remaja terlalu sering main di dalam ruangan. Padahal, mata yang terkena paparan sinar cahaya alami sanghat penting untuk mencegah mata minus pada anak. Untuk itu, kamu perlu membantu anak untuk melakukan kegiatan di luar ruangan.

Remaja yang terbiasa mendapatkan cahaya yang minim atau bahkan gelap dalam melakukan aktivitasnya, juga memungkinkan remaja terjangkit mata minus. Hal ini dikarenakan mata perlu bekerja ekstra saat pencahayaan ruangan kurang. Begitu juga dengan pencahayaan yang terlalu terang, juga tidak baik untuk penglihatan.

Selain beberapa kebiasaan sehari-hari yang kurang baik tersebut, anak yang kurang mengonsumsi sayur, buah, dan makanan sehat lainnya juga bisa menjadi faktor penyebab mata minus pada remaja.

Cara Mengatasi Mata Minus pada Remaja agar Tak Semakin Parah

Ilustrasi Cara Mengatasi Mata Minus pada Remaja Credit: pexels.com/Macro
Ilustrasi Cara Mengatasi Mata Minus pada Remaja Credit: pexels.com/Macro

Biasakan Menggunakan Kacamata Minus

Penderita mata minus biasanya akan dianjurkan untuk menggunakan kacamata minus. Penggunaan kacamata minus berguna untuk mencegah bertambahnya minus pada mata.

Apabila kamu sudah dideteksi menderita mata minys dan tidak rutin memakai kacamata, maka akan membuat matanya terus-terusan menyesuaikan penglihatan. Makin jarang remaja menggunakan kacamata minusnya, maka makin cepat juga pertambahan minus matanya.

Kamu bisa memilihkan anak kacamata yang memiliki tali. Hal ini berguna agar kacamata tidak mudah terjatuh atau hilang. Pilihlah kacamata yang bisa menggantung di leher. Selain itu, pilih juga model kacamata yang disukai remaja, agar remaja tertarik menggunakannya.

Konsumsi Makanan Bergizi

Mengonsumsi makanan yang bergizi merupakan hal yang sangat penting untuk menjaga kesehatannya, khususnya kesehatan matanya. kamu bisa memilihkan makanan yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan matanya seperti wortel, sayuran hijau, serta buah-buahan yang memiliki rasa asam seperti jeruk dan lemon.

Kamu juga bisa memberikan anak makanan dengan kandungan omega-3 seperti ikan makerel dan sarden.

Pastikan Penerangan Selalu Cukup

Kamu juga perlu memastikan bahwa kamu mendapatkan cahaya yang cukup di setiap kegiatannya. Hal ini berguna untuk mencegah minus mata menjadi bertambah atau semakin parah.

Apabila kamu ingin membaca, pastikan tempat yang digunakan untuk membaca mendapatkan pencahayaan yang baik agar otot-otot mata bekerja secara normal. Apabila pencahayaan yang didapatkan kurang, maka bisa membuat otot-otot mata anaka bekerja lebih keras untuk menangkap objek.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel