Ketahui Perbedaan Nasi Putih, Nasi Merah, dan Nasi Shirataki Beserta Manfaatnya

·Bacaan 4 menit

Fimela.com, Jakarta Sebagai orang Indonesia, pasti kamu sering mengonsumsi nasi. Semua makanan Indonesia sangat cocok disantap dengan nasi. Sejumlah menu nternasional dari beragam negara juga banyak menyertakan nasi.

Ada berbagai jenis beras, mulai dari beras putih, beras merah, beras coklat, beras hitam dan lain sebagainya. Beras putih dan beras merah sama-sama berasal dari gandum yang sama.

Akan tetapi, kemudian beras putih melewati proses pemurnian yang disebut pearling. Selama proses ini, biji melewati mesin yang akan menggulungnya dan akan meninggalkan biji putih. Pearling mengubah profil nutrisi beras, mempersingkat waktu memasak dan memperpanjang umur simpan.

Selain nasi merah dan nasi putih, ternyata ada jenis nasi lainnya yang tidak kalah populer di kalangan masyarakat, yakni nasi shirataki. Nasi ini cukup digemari di kalangan pelaku diet, terutama diet keto atau diet yang menghindari karbohidrat tinggi karena nasi shirataki dianggap punya kalori lebih rendah dibanding nasi putih biasa.

Untuk mengetahui perbedaan diantaranya ketiga nasi tersebut, Fimela.com telah merangkum perbedaan nasi putih, nasi merah, dan nasi shirataki beserta manfaatnya. Dilansir dari Liputan6.com, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Seputar Nasi Putih Beserta Manfaatnya

Ilustrasi Nasi Putih Credit: pexels.com/Pille
Ilustrasi Nasi Putih Credit: pexels.com/Pille

Nasi putih dibuat dengan pemurnian yang menghilangkan bagian kulit padi dan bubuk atau dedak dibandingkan dengan komposisi yang terkandung beras merah. Melalui proses ini, sebagian besar seratnya hilang (nasi merah mengandung lebih dari 4 kali serat nasi putih) serta banyak vitamin dan mineral penting lainnya (nasi merah mengandung hampir 4 kali lebih banyak magnesium dan 2 kali lebih banyak mangan daripada nasi putih).

Melansir dari Merdeka.com, satu cangkir nasi putih mengandung 242 kalori, 0,4 gram lemak, 53,2 gram karbohidrat, 0,6 gram serat, dan 4,4 gram protein.

Mengganti nasi putih dengan gandum atau makanan pengganti lainnya untuk alasan sehat bukanlah ide yang baik. Itu sama saja dengan mengurangi asupan asam amino dan vitamin B yang ternyata terkandung di dalam beras putih yang dimasak jadi nasi.

Seputar Nasi Merah Beserta Manfaatnya

Ilustrasi Beras Merah Credit: pexels.com/David
Ilustrasi Beras Merah Credit: pexels.com/David

Beras merah menjadi makanan sehat untuk berdiet karena mengadung indeks glikemik rendah daripada nasi putih biasanya. Kandungan nutrisi pada beras merah sangat baik untuk kesehatan, diantaranya mengandung vitamin B dan E, kaya serat alami, dan mengandung mineral yang tinggi. Selain itu, juga mengandung berbagai zat seperti fenolat, selenium, magnesium, asam amino triptofan, dan asam lemak alfalinolenat.

Beras merah sangat baik dikonsumsi bagi kamu yang sedang menjalani diet. Beras merah merupakan sumber karbohidrat kompleks yang dapat menyuplai tubuh dengan energi berkala sekaligus membuat kamu kenyang lebih cepat saat mengonsumsinya.

Dilansir dari Liputan6.com, British Journal of Nutrition menyatakan bahwa kandungan serat pada beras merah 6 kali lebih tinggi daripada nasi putih biasa.

Seputar Nasi Shirataki Beserta Manfaatnya

Ilustrasi Beras Shirataki Credit: pexels.com/Matt
Ilustrasi Beras Shirataki Credit: pexels.com/Matt

Berbeda dari beras biasanya, beras shirataki terbuat dari iles-iles yang tumbuh di hutan. Iles-iles adalah umbi, sayuran yang biasanya ditemui di tengah hutan. Konon, ketika masa penjajahan Jepang, umbi ini biasanya dikonsumsi sebagai pengganti nasi.

Nasi shirataki bahkan dijadikan makanan wajib bagi perempuan Jepang agar tetap langsing. Bukan hanya kelebihannya yang rendah karbohidrat dan kalori, nasi shirataki ternyata juga bebas kedelai dan bebas gluten, sehingga sangat bermanfaat bagi mereka yang memiliki kondisi tubuh alergi kedelai dan gluten.

Seca rasa, nasi shiratakai sendiri tidak berbeda dengan nasi pada umumnya, hanya saja yang membedakan adalah tampilannya yang lebih transparan. Dilansir dari Merdeka.com, beras ini terbuat dari serat yang mudah larut sehingga mudah dicerna, namun membuatmu kenyang lama sama halnya mana nasi biasa.

Uniknya, nasi shirataki ini bisa memperlambat proses pencernaan dan mengatur penyerapan glukosa, sehingga aman dikonsumsi penderita diabetes. Jadi tidak heran ya ladies, jika kemudian banyak pelaku diet mengganti nasi putih dengan nasi shirataki. Meski secara rasa dan tampilannya sekilas terlihat sama, tapi ternyata manfaat kesehatannya luar biasa.

Mana yang Lebih Sehat ?

Ilustrasi Beras Merah Credit: pexels.com/Suzy
Ilustrasi Beras Merah Credit: pexels.com/Suzy

Secara keseluruhan, beras merah adalah pilihan yang lebih sehat. Secara umum, biji utuh lebih baik untuk tubuh daripada yang sudah diolah. Seperti yang sudah dijelaskan, adanya proses pengikisan pada beras putih berarti sudah tidak lagi berupa gandum utuh.

Beras merah sebagai sumber antioksidan, vitamin B, mineral, serat dan juga protein. Ini juga pilihan yang cocok untuk kamu yang sedang diet.

Meskipun beras merah lebih padat gizi, beras putih juga memiliki nutrisi yang baik untuk tubuh. Hanya saja kamu perlu memerhatikan porsinya. Pertimbangkan juga bahwa beberapa jenis nasi sesuai dengan hidangan tertentu. Misalnya, jika kamu membuat puding beras atau ketan, tidak masalah jika menggunakan nasi putih, asal kamu mengonsumsinya dengan porsi yang tepat.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel