Ketahui, Tanda Penyakit yang Bisa Dilihat dari Warna Belek

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Beberapa dokter spesialis mata menjelaskan masalah kondisi kesehatan yang mungkin Anda alami jika dilihat berdasarkan belek alias kotoran mata.

Seperti bau napas, belek atau kotoran mata merupakan salah satu ketidaknyamanan umum yang sering Anda temui di pagi hari saat bangun tidur. Walalupun kotorannya hanya sedikit, ada beberapa ciri yang menandakan beberapa keadaan tubuh.

Seorang dokter mata membuat daftar ciri-ciri belek yang menandakan adanya masalah pada tubuh seseorang, dilansir dari Livestrong.

1. Belek bening

Belek yang warnanya jernih merupakan respons normal terhadap iritasi kecil dari lingkungan, kata juru bicara American Academy of Ophthalmology, Dr. Usiwoma Abugo, sekaligus merupakan seorang asisten profesor oftalmologi di Eastern Virginia Medical School.

"Mata meningkatkan produksi air mata dan produksi musin (lapisan mata pertama) sebagai mekanisme untuk menjebak iritan dan menghilangkannya dari permukaan mata," jelasnya.

2. Belek putih

Biasanya belek putih disertai gatal, kemerahan, kelopak mata bengkak dan sensasi benda asing (perasaan bahwa ada sesuatu di mata), dan ini merupakan tanda alergi dan respons kekebalan tubuh terhadap sesuatu yang tidak berbahaya, kata Dr. Abugo.

Cara terbaik untuk mengobati alergi adalah dengan menghilangkan atau menghindari alergen (misalnya debu, bulu, serbuk sari), kata Dr. Abugo. Contoh menghindari serbuk sari yaitu dengan berkendara dengan jendela tertutup dan gunakan AC daripada angin dari luar. Usahakan juga tidak mengucek mata, yang dapat memperparah iritasi. Anda juga dapat menggunakan air mata buatan dan antihistamin atau mendapatkan suntikan alergi untuk membantu Anda mengatasi alergi, katanya.

Seorang dokter mata, Dr. Neha Shaik, mengatakan belek berwarna putih juga bisa diakibatkan oleh mata kering. Ia yang juga seorang asisten profesor di Mount Sinai menyarankan terapi mata kering dengan air mata buatan yang dijual bebas, seperti obat tetes mata atau salep mata untuk meredakan gejala, tetapi tetap lebih baik jika mengkonsultasikannya lebih dahulu dengan dokter mata jika gejala Anda memburuk atau berkembang.

Sementara dalam kasus lain, belek putih dapat mengindikasikan kondisi yang disebut blepharitis, yaitu peradangan di sepanjang kelopak mata, kata Dr. Abugo.

“Blepharitis memiliki berbagai penyebab, mulai dari disfungsi kelenjar meibom, infeksi stafilokokus, atau peradangan seboroik, dan dapat dikaitkan dengan kondisi kulit seperti ketombe atau rosacea,” katanya.

Selain keluarnya cairan, Anda juga bisa melihat kelopak mata kemerahan, terbakar, air mata berbusa, pengerasan kulit, sensasi kemasukan benda asing dan dalam kasus parah, bulu mata salah arah, rontok atau bahkan penglihatan kabur, kata Dr. Abugo.

Ikuti cerita dalam foto ini https://story.merdeka.com/2303605/volume-5

Cara Membersihkan Kelopak Mata

Ilustrasi Membersihkan kelopak mata Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio
Ilustrasi Membersihkan kelopak mata Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio

The National Eye Institute merekomendasikan langkah-langkah berikut ini untuk membersihkan kelopak mata Anda ketika Anda memiliki blepharitis:

1. Cuci tangan dengan sabun dan air.

2. Campur air hangat dengan pembersih yang lembut, seperti sampo bayi.

3. Celupkan kain bersih dan lembut ke dalam campuran air sabun dan tempelkan pada mata tertutup untuk melonggarkan kerak.

4. Gosokkan kain dengan lembut di area tempat bulu mata menempel dengan kelopak mata.

5. Bilas mata dengan air bersih, kemudian ulangi langkah ini pada mata sebelahnya menggunakan kain baru.

"Ketika gejala Anda parah, dokter mata Anda mungkin meresepkan obat tetes, salep dan / atau antibiotik oral untuk membantu mengurangi peradangan di kelopak mata Anda," tambah Dr. Abugo.

3. Belek kuning atau hijau

Jika mata Anda mengeluarkan cairan kuning atau hijau, kemungkinan Anda mengalami infeksi. Jika belek putih menandakan infeksi bakteri dan virus, maka belek berwarna kuning atau hijau merupakan infeksi yang lebih khas daripada bakteri, kata Dr. Abugo.

"Infeksi virus dapat muncul dengan demam , infeksi saluran pernapasan bagian atas, pembengkakan kelenjar getah bening preauricular [yang terletak tepat di depan telinga], lesi kulit kelopak mata, sensasi benda asing, kemerahan, sensitivitas cahaya, nyeri dan penurunan penglihatan," kata Dr Abugo.

Anda perlu memperhatikan jumlahnya, karena jika berlebihan mengindikasikan virus konjungtivitis. Jika demikian, dokter mungkin meresepkan obat mata tetes atau salep pelumas topikal, kompres dingin dan, dalam beberapa kasus, obat topikal dan/atau oral antivirus.

Jika infeksi bakteri yang paling sering disebabkan oleh Staphylococcus, biasanya perkembangannya lebih cepat, kata Dr. Abugo. Sumber infeksi sering kali terkait dengan kebersihan tangan yang buruk, penggunaan lensa kontak yang berlebihan atau kosmetik yang terkontaminasi, tetapi konjungtivitis bakteri juga dapat dikaitkan dengan penyakit mata seperti mata kering atau blepharitis.

Cara merawatnya yaitu dengan air mata buatan, kompres dingin, antibiotik tetes dan jika kasusnya tergolong parah maka diresepkan obat oral.

4. Belek lengket

Selain berkaitan dengan infeksi bakteri, belek juga bisa akibat malposisi kelopak mata. Misalnya, beberapa orang mengalami kelemahan atau kelonggaran pada kelopak mata atas atau bawah, suatu kondisi yang disebut ectropion, yang menyebabkan kelopak mata Anda berada pada posisi yang tidak normal, yang menyebabkan peradangan , iritasi dan penumpukan lendir, kata Dr. Abugo.

Pengobatannya sama seperti pengobatan belek warna lainnya, tetapi ditambah kemungkinan kebutuhan pembedahan untuk memperketatnya oleh ahli bedah untuk mengatasi masalah ini secara permanen, kata Dr. Abugo.

Kondisi lainnya disebut floppy eyelid syndrome atau sindrom mata terkulai, yang jika parah juga dapat menyebabkan cairan lengket. Ini adalah penyakit serat elastin di kelopak mata yang menyebabkan kelopak mata terbuka saat tidur, yang dapat menyebabkan iritasi dan peningkatan cairan, kata Dr. Abugo.

Untuk mengobati sindrom kelopak mata terkulai, dokter Anda mungkin meresepkan pelumasan serta menutup kelopak mata Anda dan menggunakan pelindung mata untuk menjaga mata Anda tetap tertutup (dan mencegah jatuh) selama tidur.

Terlebih lagi, kondisi ini tampaknya terkait dengan sleep apnea, jadi dokter Anda mungkin juga merekomendasikan menganalisis tidur Anda, kata Dr. Abugo.

5. Belek berkerak

Jika Anda terbangun dengan kerak belek, kemungkinan besar karena kekeringan, kata Dr. Shaik. Ia menyarankan untuk memulai dengan terapi mata kering OTC seperti air mata buatan.

Kondisi belek berkerak juga sering dikaitkan dengan blepharitis.

"Peradangan di sepanjang kelopak mata menyebabkan kerak berkembang di dasar bulu mata, di sepanjang kelopak mata," kata Dr. Abugo. Sama seperti yang sudah-sudah, masalah ini bisa diatasi dengan kompres hangat dan scrub kelopak mata.

6. Tidak belekan sama sekali

Tidak belekan sama sekali artinya mata Anda normal dan sehat, kata Dr. Shaik.

Jika Anda tidak memiliki belek tetapi Anda mengalami gejala lain, seperti gatal, nyeri, penglihatan menurun, kemerahan dan sensasi benda asing, pastikan untuk mendiskusikan perubahan ini dengan dokter mata Anda, kata Dr. Abugo.

Infografis

Infografis DISIPLIN Protokol Kesehatan Harga Mati (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis DISIPLIN Protokol Kesehatan Harga Mati (Liputan6.com/Abdillah)

Simak Video Berikut Ini: