Ketakutan di New York, tetapi Trump katakan pembatasan virus corona bisa segera berkurang

New York (AFP) - Kegelisahan merebak pada Senin di New York, episentrum virus corona Amerika yang sepi, tetapi Presiden Donald Trump mengatakan ia akan segera menyerukan untuk mencabut kuncian di beberapa bagian negara itu.

Trump - yang menghadapi pemilihan ulang pada November dan ingin menghindari kerusakan ekonomi yang berkepanjangan - mengatakan kepada wartawan bahwa ia akan "membuka negara kami untuk bisnis karena negara kami seharusnya terbuka."

Relaksasi dapat diumumkan awal minggu depan ketika periode 15 hari yang merekomendasikan pembatasan ketat tentang menjaga jarak sosial (social distancing) berakhir, katanya, menekankan bahwa gubernur-gubernur akan membuat keputusan akhir di negara bagian mereka sendiri.

Ketika jumlah kematian di Amerika Serikat akibat COVID-19 melonjak melewati 550, dengan lebih dari 41.000 kasus dinyatakan, Big Apple -- julukan New York City -- mendapati dirinya sebagai pusat AS dari pandemi global.

Dengan jutaan penduduk yang diperintahkan untuk tinggal di rumah, semua bisnis yang tidak penting ditutup dan sekolah ditutup, kota yang tidak pernah tidur itu tertidur untuk waktu yang lama dan tidak menentu.

Bagi Christian Hofer - dan istri serta dua anaknya yang masih kecil - hal yang paling sulit adalah tidak mengetahui berapa lama tindakan yang baru kali ini ditempuh itu akan berlangsung.

"Itu berawal dari berbagai emosi, dari merasa sangat gugup tentang situasi itu hingga merasa seperti betapa absurdnya itu," kata pedagang Wall Street yang berusia 42 tahun itu kepada AFP.

Kota New York sekarang telah melihat lebih dari 12.000 kasus yang dikonfirmasi dan hampir 100 kematian dalam wabah, yang pertama kali muncul di Amerika Serikat di negara bagian Washington.

Dengan hanya pekerja penting, seperti apoteker, pekerja toko bahan makanan serta perawat dan dokter, yang pergi bekerja pada Senin, jam sibuk di kota lebih seperti aliran kecil lalu lintas.

Taksi kuning yang terkenal di New York keluar tetapi penumpang tampak sedikit dan jauh di antara trotoar yang hampir sepi. Kereta bawah tanah yang biasanya penuh sesak tampak hampir kosong.

"Saya takut untuk saya dan pasien bahwa ini bisa berlanjut selama berbulan-bulan," kata Lauren, seorang psikolog yang menolak untuk memberikan nama keluarga.

Kecemasan dan depresi "semua meningkat pada saat seperti ini," tambahnya, salah satu dari sedikit orang berjiwa kuat di sekitar Upper East Side Manhattan.

Di New York Stock Exchange, bel pembukaan, biasanya disambut dengan bersorak dan bertepuk tangan, disambut dengan hening karena hari pertama tanpa lantai perdagangan.

Hanya perdagangan elektronik yang bergerak ketika saham anjlok jauh ke merah tak lama setelah tengah hari, dengan Dow dan S&P 500 turun hampir lima persen.

Di Kongres, upaya untuk memajukan penyelamatan ekonomi hampir dua triliun dolar gagal untuk hari kedua berturut-turut setelah Demokrat mengatakan proposal Partai Republik tidak cukup melindungi pekerja.

Trump mengatakan ia ingin pembatasan pada gerakan dicabut jika memungkinkan, sehingga orang dapat kembali bekerja. Dia mengakui bahwa para penasihat medis lebih fokus pada kesehatan masyarakat daripada ekonomi mungkin tidak setuju dengan keputusannya.

"Para dokter, jika itu terserah mereka, mereka mungkin mengatakan 'mari kita tutup, mari tutup seluruh dunia,'" kata Trump.

"Kami tidak bisa melakukan itu dan Anda tidak bisa melakukan itu dengan negara terutama ekonomi nomor satu di dunia sejauh ini."

Wali Kota Bill de Blasio memperingatkan bahwa New York baru memulai menangani pandemi ketika tentara Garda Nasional mengubah pusat konvensi menjadi fasilitas dengan tempat tidur rumah sakit.

"Ini akan menjadi buruk pekan ini, ini akan menjadi lebih buruk pada pekan berikutnya," katanya.

De Blasio menambahkan bahwa rumah sakit umum kota yang kewalahan hanya memiliki cukup persediaan medis untuk bertahan selama seminggu dan meminta pemerintah federal untuk mempercepat produksi.

"Saya benar-benar ingin melihat ratusan ventilator, saya ingin melihat ratusan ribu dan jutaan masker."

"Jika itu tidak datang mulai minggu ini, kita akan sampai pada titik di mana orang yang bisa diselamatkan tidak bisa diselamatkan," katanya.

Dia mengatakan Trump seharusnya menyerukan penguncian nasional mirip dengan yang diperkenalkan secara lokal di New York, California dan Illinois. Trump telah mengesampingkan hal itu.

Sekitar sepertiga orang Amerika hidup dalam berbagai fase penguncian.

Pada Senin, Michigan dan New Mexico menjadi negara bagian terakhir yang menandatangani perintah "shelter-in-place" (berlindung di tempat), ketika Ohio dan Louisiana mulai memberlakukan.

Menteri Pertahanan Mark Esper mengatakan kapal rumah sakit USNS Mercy akan tiba di Los Angeles akhir pekan ini dan dalam beberapa pekan USNS Comfort akan menuju New York untuk meningkatkan kapasitas medis.

Kepala Badan Kesehatan AS Jerome Adams memperingatkan bahwa jumlah kasus di seluruh Amerika akan menjadi lebih buruk ketimbang menjadi lebih baik.

"Kami benar-benar membutuhkan semua orang untuk memahami bahwa soal ini serius, cenderung pada apa yang bisa mereka lakukan untuk mengendalikan wabah."