Ketar-Ketir Usai 2 Anggota DPRD Grobogan Positif Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Grobogan - Tracing (pelacakan) dan testing (pengetesan) langsung dilakukan usai dua anggota DPRD Grobogan positif Covid-19. Dinas Kesehatan memilih rapid gen sebagai metode pengetesan agar hasilnya lebih cepat dan relatif lebih akurat.

“Semua diperiksa rapid gen. Anggota dan staf sekwan,” kata Agus Siswanto, ketua DPRD Kabupaten Grobogan.

Tes dilakukan untuk mengetahui sejak dini potensi penularan Covid-19 di kalangan anggota DPRD Grobogan lantaran mereka sering melakukan kegiatan yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

“Antisipasi biar jelas kondisinya sehat atau memang ada gejala. Jika nanti ada yang reaktif akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ucapnya.

Terkait kondisi kesehatan dua anggota dewan yakni Setyohadi dan Rio Ardian dinyatakan positif Covid-19, Agus mengaku akan menanyakan kondisi ke Sekwan maupun ke Dinas Kesehatan.

“Nanti kita koordinasi terkait kondisi kesehatannya ke Sekwan. Untuk langkah awal kita lakukan repid gen selain untuk tracking juga untuk antisipasi,” ujarnya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Pemilihan Rapid Gen

Tidak hanya mengimbau, dalam melaksanakan tugas, tambah Agus, DPRD tetap mengikuti protokol kesehatan memakai masker selama pertemuan, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Di kondisi saat ini kita tetap mengimbau warga tetap mematuhi protokol kesehatan. Langkah ini untuk mencegah penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat,” katanya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, dr Selamet menjelaskan, rapid gen anggota dan staf dewan dilakukan menelusuri kontak erat usai dua anggota dewan terpapar Covid-19. Dua anggota dewan tersebut yakni, Setyohadi dan Rio Ardian.

“Semua dilakukan rapid gen. Ada 43 dewan yang ikut. Sisanya akan lakukan tes mandiri Dinas Kesehatan,” kata Selamet.

Pemeriksaan massal anggota DPRD dan staf dilakukan untuk kedua kali. Ppemeriksaan massal pertama dilakukan pasca-Sekda Kabupaten Grobogan mengumumkan diri positif Covid-19 beberapa bulan lalu.

Hingga saat ini, Kabupaten Grobogan mencatatkan 652 kasus Covid-19. Sembuh 525, meninggal 93 dan 22 pasien Covid-19 menjalani perawatan mandiri.

Terkait pemilihan metode rapid gen, Selamet menjelaskan rapid gen keluar hasilnya 15 menit. Tes ini dianggap tepat diterapkan karena anggota dewan banyak kegiatan. Begitu menunjukkan reaktif, maka orang tersebut akan diswab.

"Kita pakai rapid gen untuk mendeteksi apakah ada virus pada orang yang diperiksa. Jika tidak ada virus, maka muncul nonreaktif dan tentu itu juga negatif," ucapnya.

Simak Video Pilihan Berikut Ini: