Ketemu Jokowi, PM Suga Pastikan Jepang Percepat Investasi ke Indonesia

Raden Jihad Akbar, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kedatangan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga ternyata juga membawa kabar mengenai pinjaman uang ke pemerintah Indonesia. Saat konferensi pers bersama Presiden Jokowi, Suga menyebut bantuan itu senilai 50 miliar yen atau sekitar Rp6,9 triliun.

Pinjaman tersebut diberikan untuk meningkatkan kapasitas RI dalam menanggulangi bencana nasional.

"Selain itu Jepang akan mendorong lembaga pengkajian kesehatan di Indonesia melalui pemberian barang dan medis," kata Suga di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa, 20 Oktober 2020.

Baca juga: Terdampak COVID-19, Investor di Pasar Modal RI Justru Naik 30 Persen

Pada kesempatan itu, Suga juga menuturkan, pemerintah Jepang bakal memulai lagi pembukaan rute penerbangan antar dua negara. Selain itu kerja sama yang juga akan diproyeksi ke depannya adalah infrastruktur seperti MRT, kereta cepat, pelabuhan dan pembangunan di pulau-pulau terluar.

"Kami sepakat untuk berkoordinasi agar memulai secepat-cepatnyaa perjalanan dengan tujuan bisnis-bisnis dalam jangka pendek dengan melonggarkan langkah isolasi mandiri selama 14 hari setelah memasuki negara tujuan," kata Suga.

Di kesempatan yang sama, Presiden Jokowi, menyebut Jepang sebagai mitra penting dan strategis. Di tengah ketidakpastian dunia, justru Indonesia-Jepang saling dukung dengan berbagai kerja sama. Jokowi juga mengajak negeri matahari terbit itu kerja sama bersifat multilateral di tengah rivalitas antar negara-negara besar.

"Kita juga membahas kerja sama di bidang ekonomi, Jepang adalah salah satu negara mitra strategis Indonesia di bidang ekonomi," ujar Jokowi.

Lebih lanjut Jokowi menyambut baik adanya relokasi produksi dan perluasan investasi perusahaan- perusahaan Jepang ke Indonesia. Seperti Denso, Sagami, Panasonic, Mitsubishi Chemical dan Toyota.

"Saya tadi juga meminta perhatian terhadap Jepang adanya kendala izin impor produk pertanian, produk kehutanan dan produk perikanan dari Indonesia. Saya tadi mendorong Jepang ikut berpartisipasi dalam sovereign wealth fund Indonesia," tutur Jokowi.