Ketemu Prajurit TNI, Pria Aneh Mendadak Ngacir dan Hilang di Hutan

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kopral Satu Yuli Rianto, prajurit militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) berjalan kaki menyisiri semak-semak di sekitar perbatasan negara Indonesia dengan Malaysia dia wilayah Desa Sungai Seria, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri 407/Padmakusuma, Komando Daerah Militer (Kodam) IV/Diponegoro itu menyisir wilayah itu bersama empat prajurit TNI lainnya untuk melakukan patroli. Sebab mereka melaksanakan operasi dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI dengan Malaysia.

Ketika itu, secara tak terduga Koptu Yuli melihat orang tak dikenal berjalan kaki seorang diri. Anehnya, pria tak dikenal ini tiba-tiba lari sekuat tenaga ketika melihat pasukannya Koptu Yuli.

Perilaku aneh pria misterius itu membuat Koptu Yuli curiga, pengejaran pun dilakukan. Sayang seribu sayang, pria itu melesat sangat cepat dan menghilang ke hutan sisi Malaysia.

Tapi, di lokasi tempat pria misterius itu berdiri sebelum ngacir, Koptu Yuli menemukan sebuah kardus bekas. Posisinya tergeletak di semak-semak.

"Saat melaksanakan patroli, anggota Pos Bukit Batu Balai melihat satu orang yang berjalan di jalur tidak resmi, ketika hendak diberhentikan orang tersebut malah melarikan diri ke arah Malaysia dengan meninggalkan barang bawaannya yang berupa kardus," kata Komandan Satgas Pamtas RI-MLY, Yonif 407/Padmakusuma, Letnan Kolonel Inf Catur Irawan dilansir VIVA Militer, Kamis 1 April 2021.

Perlahan Koptu Yuli dan pasukannya mendekati kardus itu, walau hanya kardus mereka mendekati dengan kewaspadaan tinggi, takutnya isi kardus benda yang bisa membahayakan jiwa dan raga.

Saat langkah semakin dekat, dari kardus terdengar suara aneh. Koptu Yuli pun memberanikan diri memeriksa isi kardus misterius itu. Ketika dibuka sedikit, di dalam terlihat seekor hewan berbulu panjang dan berjengger merah.

Dan betapa terkejutnya prajurit TNI itu, ternyata di dalam kardus tersebut ada seekor ayam jantan, jenisnya ayam Filipina. Terus kenapa pria pembawa kardus itu harus kabur kalau cuma membawa seekor ayam jantan ya?.

Menurut Letkol Inf Catur, diduga kuat pria itu menyelundupkan ayam jantan dari negeri jiran ke Indonesia, jadinya dia takut dan memilih ambil langkah seribu ketimbang berurusan dengan hukum.

Akhir si ayam jantan di bawa ke Pos TNI Bukit Batu Balai. Diamankan dulu sebelumnya nanti diserahkan TNI kepada pihak berwenang.

"Akan diserahkan kepada instansi terkait yakni Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Entikong Wilker Nanga Badau guna proses lebih lanjut," ujar Dansatgas.

Baca: Komandan Pasukan Setan TNI Melesat Jadi Letnan Kolonel