Keterangan Saksi, Ada Rintihan dan Teriakan Hingga Mengira Terjadi Pembunuhan saat Venna Melinda Alami KDRT

Fimela.com, Jakarta Sebuah fakta terungkap berkaitan dengan dugaan KDRT yang dilakukan Ferry Irawan terhadap suaminya, Venna Melinda. Seorang saksi yang menginap di hotel yang sama tempat Venna Melinda diduga mengalami kekerasan memberi kesaksian yang cukup mengejutkan karena mendengar rintihan hingga teriakan kesakitan saat peristiwa itu terjadi.

Hal itu diungkap Wheni Suryo, salah satu tamu hotel yang kebetulan menempati kamar di sebelah kamar tempat kejadian KDRT terhadap Venna Melinda berlangsung. Saat itu, pada Minggu (8/1/2023), ia sempat mengira jika rintihan yang didengarnya berasal dari seorang wanita paruh baya yang sedang sakit.

"Mau ke kamar saya itu melewati kamar Mbak Venna dulu. Jadi pas saya mau melewati, saya pikir suaranya itu kayak nenek-nenek gitu, kan. Saya pikir ada nenek-nenek sakit, karena pas lewat bau minyak angin juga,” katanya dikutip dari Liputan6.

Sudah Ada Petugas Hotel

Venna Melinda dan Ferry Irawan. (Foto: Dok. Instagram @vennamelindareal)
Venna Melinda dan Ferry Irawan. (Foto: Dok. Instagram @vennamelindareal)

Lebih lanjut, Wheni yang penasaran dengan kegaduhan itu pun berinisiatif untuk melihat keadaan. Tak disangka, saat itu ia sudah melihat beberapa petugas kebersihan hotel sudah berada di dalam sambil membersihkan beberapa bekas darah yang berceceran.

"Waktu saya masuk kamar, ada salah satu petugas hotel itu ngomong ke yang satunya lagi: Dibersihin lukanya, darahnya dibersihin,” ungkap Wheni Suryo.

Habis itu saya tanya, 'memang ada apa, Pak?' Petugasnya ngomong, 'Biasa Bu, masalah keluarga'. Masalah keluarga kok ada darah, 'pembunuhan, Pak?',” sambungnya bercerita.

“Mereka bilang, 'nggak Bu, artis Bu, Ibu Venna Melinda sama suaminya Pak Ferry dipukul',” tuturnya lagi.

Histeris

Venna Melinda dan Ferry Irawan. (Foto: Dok. Instagram @vennamelindareal)
Venna Melinda dan Ferry Irawan. (Foto: Dok. Instagram @vennamelindareal)

Dalam kondisi tersebut, Wheni bercerita tak melihat secara pasti bagaimana kondisi Venna Melinda sesaat pasca kejadian. Yang pasti, ia mengaku Venna Melinda histeris sambil meminta tolong untuk segera menghubungi polisi.

"Mbak Vennanya sudah histeris, teriak-teriak gitu, dalam arti teriak-teriak itu sudah kesakitan gitu, bukan teriak-teriak waktu posisi dipukuli. Jadi posisinya sudah kejadian, Mbak Vennanya ,'Tolong panggilkan polisi, panggilkan polisi, badan saya sakit semua, tolong badan saya sakit semua',” pungkasnya.