Keterlibatan Hizbullah di Suriah Ancam Netralitas Lebanon

Beirut (AFP/ANTARA) - Keputusan kelompok Syiah, Hizbullah, untuk secara terbuka bertempur bersama rezim Suriah akan meningkatkan keterlibatan Lebanon dalam konflik Suriah, meski mereka menerapkan kebijakan netral.


“Keterlibatan Hizbullah secara terbuka bukan lagi rahasia yang harus ditutupi, dan sekarang kita berada dalam sebuah krisis saat rakyat Lebanon tidak hanya terpecah secara politik... namun juga terpecah secara militer,” tutur Ghassan al-Azzi, profesor ilmu politik di Universitas Lebanon, kepada AFP.


“Keterlibatan Hizbullah dalam krisis Suriah saat ini melibatkan semua pihak di Lebanon karena kami mendengar dari pihak lainnya yang menyerukan untuk melancarkan jihad bersama dengan oposisi melawan rezim Suriah,” tambahnya, mengacu kepada komunitas Sunni Lebanon.


Pekan ini, pejabat senior Nabil Qauq membela tindakan kelompoknya di Suriah, tempat pasukan elit Hizbullah dilaporkan memimpin pertempuran di sebagian wilayah Qusayr, provinsi Homs tengah di dekat perbatasan.


Sebagai respon baliknya, dua ulama Salafi Sunni Lebanon mendesak pengikut mereka untuk berangkat ke Suriah guna melancarkan jihad (perang suci) dalam upaya membela penduduk Sunni di Qusayr.


Saat ini, para pakar mengatakan, seruan semacam itu dari ulama Salafi hanyalah gertakan karena mereka belum mampu mengimbangi kekuatan Hizbullah, baik dalam hal persenjataan atau jumlah pasukan.(ac/pt)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.