Ketersediaan internet penting bagi pendidikan dan inklusi keuangan

Ahmad Wijaya
·Bacaan 2 menit

Sekretaris Jenderal Awardee Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)/Mata Garuda Satya Hangga Yudha Widya Putra mengatakan ketersediaan internet menjadi hal penting bagi dunia pendidikan dan inklusi keuangan ke depan.

"Pada masa pandemi ini dan ke depannya, ketersediaan akses internet hingga di daerah-daerah terpencil, menjadi hal yang penting dan keharusan bagi sektor pendidikan dan inklusi keuangan," katanya saat menjadi pembicara webinar "Financial Inclusion dan Pendidikan di Masa Pandemi" yang diadakan Young On Top (YOT) seperti disampaikan dalam rilis di Jakarta, Kamis.

Pembicara lain adalah Jessica Tanoesoedibjo selaku Managing Director at SPIN (Smart Payment Indonesia) dengan moderator Felia Pratikasari dari Vice President Young On Top (YOT) Solo.

Hangga mengatakan pandemi COVID-19 ini telah memaksa pemerintah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sejak 16 Maret 2020, sehingga aktivitas belajar dan mengajar tatap muka di sekolah dihentikan.

"Perguruan tinggi pun ditantang menggunakan teknologi agar pembelajaran tetap tersampaikan dengan baik," katanya.

Menurut dia, keterampilan paling penting pada abad ke-21 ialah self-directed learning atau belajar mandiri sebagai outcome dari edukasi.

Masa pandemi ini, dapat melatih serta menanamkan kebiasaan belajar mandiri melalui berbagai kelas daring atau webinar.

Pembelajaran daring ini, lanjutnya, juga menjadi tantangan bagi dunia pendidikan dengan situasi Indonesia yang memiliki ribuan pulau.

"Tidak boleh terjadi lost generation akibat pandemi COVID ini," tegas Hangga.

Menyediakan wifi di posko-posko di seluruh Indonesia yang memberikan bantuan akses PJJ seperti jaringan internet hingga relawan pendamping siswa, bisa menjadi solusi.

Selain itu, menurut Hangga, perlu pula pembagian alat penunjang PJJ seperti telepon pintar (smartphone) dan bantuan promo paket data internet, yang konsisten dari provider komunikasi.

Sementara itu, Jessica Tanoesoedibjo mengatakan inklusi keuangan mendorong unbankable people atau masyarakat yang tidak memenuhi persyaratan mendapatkan kredit bank, memiliki akses ke sistem keuangan formal.

Menurut dia, fungsi inklusi keuangan adalah meningkatkan perekonomian, mendukung ekspansi pasar keuangan, dan lebih responsif kepada masyarakat menengah ke bawah untuk memanfaatkan layanan jasa keuangan.

"Inklusi finansial ini bukan hanya soal buka rekening bank, tapi, lebih dari itu, ada reksa dana, menabung saham, dan daftar asuransi. Semua dilakukan dari yang paling mudah yaitu memberi edukasi tentang pentingnya menabung di bank, lalu memberi edukasi tentang pentingnya asuransi dan investasi untuk hari tua," jelas Jessica.

Baca juga: Presiden Jokowi: Kita masih punya PR besar tingkatkan inklusi keuangan
Baca juga: Gubernur BI: Digitalisasi kunci pertumbuhan ekonomi RI ke depan