Ketidakjelasan Shopee Liga 1 Memengaruhi Timnas Indonesia U-19, Menpora Pahami Perasaan Ketua PSSI

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, dapat memahami apa yang dirasakan saat ini oleh Ketua PSSI, Mochamad Iriawan. Pasalnya, ketidakjelasan nasib Shopee Liga 1 dan Liga 2 2020 membuat Timnas Indonesia U-19 ikut kena getahnya.

"Saya memahami apa yang dirasakan oleh Ketua PSSI saat ini," kata Amali pada webinar virtual 'Piala Dunia U-20 2021, Panggung Anak Muda Indonesia' persembahan dari BABE, Selasa (27/10/2020).

Tadinya, PSSI berharap para pemain Timnas Indonesia U-19 dapat ditempa di Shopee Liga 1 dan Liga 2 saat pemusatan latihan di Kroasia selesai. Rencana ini sesuai dengan program kerja dari pelatih Shin Tae-yong.

PSSI bersama Shin Tae-yong ingin skuad Timnas Indonesia U-19 mendapatkan jam terbang lebih dengan bermain di kompetisi. Tujuannya adalah demi meningkatkan pengalaman para pemain sebelum Piala Dunia U-20 2021.

"Pelatih Shin Tae-yong punya program check in dan check out, ini harus jalan. Kalau kompetisi tidak ada, tentu programnya berubah lagi. Kompetisi, termasuk Shopee Liga 1 dan Liga 2, berbeda dengan uji coba. Karena real-nya pertandingan itu kompetisi yang dirasakan oleh para pemain," imbuh Amali.

Kompetisi Berfaedah untuk Timnas Indonesia U-19

Menpora RI, Zainudin Amali dan Ketua PSSI, Mochamad Iriawan, saat launching Shopee Liga 1 di Jakarta, Senin, (24/2/2020). Sebanyak 18 klub akan memeriahkan Liga 1 yang akan berlangsung pada 29 Februari hingga 1 November 2020. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Menpora RI, Zainudin Amali dan Ketua PSSI, Mochamad Iriawan, saat launching Shopee Liga 1 di Jakarta, Senin, (24/2/2020). Sebanyak 18 klub akan memeriahkan Liga 1 yang akan berlangsung pada 29 Februari hingga 1 November 2020. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Amali merasa, kelanjutan Shopee Liga 1 dan Liga 2 banyak memberikan faedah bagi para pemain Timnas Indonesia U-19. David Maulana dkk dapat memetik pengalaman berhadapan dengan lawan yang lebih senior dan berkualitas.

"Mereka harus terlatih mentalnya berhadapan dengan pemain senior. Di Shopee Liga 1, misalnya. Mereka minimal melawan tiga pemain asing dengan pengalaman luar biasa. Dengan adanya kompetisi, Shin Tae-yong bisa melihat seberapa besar atau seberapa jauh programnya. Di samping itu, susunan pemain Timnas Indonesia U-19 juga belum pasti," terang Amali.

Kelanjutan kompetisi juga akan bermanfaat bagi Shin Tae-yong. Pelatih asal Korea Selatan ini bisa mencari pemain baru untuk Timnas Indonesia U-19 di Shopee Liga 1 dan Liga 2.

"Dengan adanya kompetisi, Shin Tae-yong juga bisa melihat talenta baru untuk dimasukkan ke Timnas Indonesia U-19. Kami berharap kompetisi bisa jalan. Saya kira ini kebutuhan untuk Timnas Indonesia U-19. Ini bukan hanya untuk klub. Namun, kompetisi kami butuhkan untuk peningkatan performa Timnas Indonesia U-19 dan Shin Tae-yong dapat menerapkan program serta memantau para pemain. Ini kesempatan langka," jelasnya.

Video