Ketidakpastian Jumlah Kasus COVID-19 Hambat Pemulihan Ekonomi Negara-Negara ASEAN

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi Virus Corona COVID-19 telah berlangsung kurang lebih satu tahun. Karena pandemi, banyak perubahan yang terjadi dalam kehidupan manusia di Bumi.

Tidak hanya berfokus pada kesembuhan dan yang lainnya dalam bidang kesehatan, negara-negara yang terkena dampak pandemi juga harus memikirkan pemulihan ekonomi dari segi peluang dan tantangan.

Negara-negara di kawasan ASEAN dan Kanada terkena dampak pandemi COVID-19 dengan cara yang berbeda.

Duta Besar Kanada untuk ASEAN Diedrah Kelly mengatakan, "respons pemerintah Kanada untuk kasus pandemi COVID-19, pada 2020 menyediakan bantuan untuk masyarakat Kanada sebesar 322 miliar dolar atau sekitar Rp 4,5 triliun rupiah," ungkapnya dalam diskusi virtual yang digelar Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia, Senin (15/2/2021).

Tidak hanya Kanada, pemerintah negara-negara lain yang terkena dampak COVID-19 termasuk juga negara-negara di ASEAN melakukan upaya untuk membantu masyarakat selama pandemi seperti Malaysia yang telah memberikan 305 miliar ringgit atau sekitar Rp 2,1 triliun untuk masyarakatnya.

Peluang Pemulihan Ekonomi

Ilustrasi Konsep Inflasi Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Konsep Inflasi Credit: pexels.com/pixabay

Jika melihat pandemi COVID-19 yang belum selesai hingga saat ini, pemerintah di berbagai negara tidak mungkin secara terus menerus memberikan dana bantuan tanpa adanya pemulihan ekonomi.

Namun menurut Dr. Fajar B. Hirawan, Peneliti Senior Departemen Ekonomi CSIS Indonesia, untuk melakukan pemulihan ekonomi pada masa pandemi ini ternyata memiliki peluang dan tantangan tersendiri khususnya di ASEAN.

Pada wilayah Asia Tenggara, memiliki peluang untuk mempercepat kapasitas ekonominya, termasuk program pemulihan ekonomi usai COVID-19 dan pembangunan infrastruktur, tetapi masih mengalami kekurangan sumber daya keuangan.

Selama pandemi, khususnya Indonesia dan mungkin beberapa negara di ASEAN, sektor informasi dan komunikasi tumbuh signifikan karena terbatasnya pergerakan orang di bawah kebijakan lockdown. Dengan demikian, masa depan ekonomi adalah ekonomi berbasis inovasi seperti mengurangi kontak langsung dalam kegiatan ekonomi.

Kemudian peluang yang bisa muncul juga dari segi penanam modal dari mitra ekonomi strategis ASEAN, yang dapat memanfaatkan ASEAN dalam mempromosikan industrialisasi, konektivitas, dan inovasi.

Tantangan Pemulihan Ekonomi

Ilustrasi Penyebab Inflasi Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Penyebab Inflasi Credit: pexels.com/pixabay

Tidak hanya peluang, tantangan dalam melakukan pemulihan ekonomi di ASEAN juga disampaikan Fajar Hirawan.

Ia mengatakan, "ketidakpastian kasus positif tertinggi COVID-19 di beberapa negara di ASEAN, khususnya Indonesia, dapat memperlambat pemulihan ekonomi."

Belum lagi saat ini beberapa negara di ASEAN telah menghadapi gelombang kedua pandemi.

Sehingga dengan demikian prioritas pembangunan di ASEAN mungkin akan bergeser atau berubah, setelah kasus pandemi COVID-19 berakhir.

Untuk itu diharapkan adanya vaksin yang dapat menangani kasus ini secepatnya dan juga kestabilan situasi politik serta kinerja fiskal dan moneter yang baik sejak saat ini.

Reporter: Veronica Gita

Infografis Ekonomi Indonesia di Tengah Wabah Corona

Infografis Ekonomi Indonesia di Tengah Wabah Corona (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Ekonomi Indonesia di Tengah Wabah Corona (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Juga Video Berikut Ini: