Ketika Beirut Dirudung Duka, Tank Israel Masuk Perbatasan Libanon

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ketika mata dunia berbondong-bondong memberikan bantuan atas insiden ledakan dahsyat yang meluluhlantakan kota Beirut, Libanon beberapa waktu lalu. Tentara Israel justru melakukan invasi ke perbatasan Libanon.

Tiga tank Israel (IDF) baru-baru ini dikabarkan telah meringsek masuk melanggar pagar perbatasan Garis Biru di Kota Selatan Mays al-Jabal perbatasan Libanon Selatan.

"Dua tank tentara Israel menerobos pagar teknis di perbatasan antara kota Mays al-Jabal dan wilayah Palestina yang diduduki, dan menetap di daerah sengketa di Kroum al-Sharqi, sebelah barat kota," dikutip VIVA Militer dari AMN, Rabu, 12 Agustus 2020.

Sementara itu, satu tank Israel lainnya datang di seberang daerah itu dengan menembaki bom fosfor yang membakar area sengketa antara pagar teknis dan Garis Biru untuk membackup atau melindungi dua tank yang lebih dulu melintasi pagar perbatasan sampai dua tank sebelumnya mundur ke pagar teknis di daerah Kroum al-Sharaqi di Mays al-Jabal.

Namun, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak Hizbullah terkait dengan serangan ke perbatasan Libanon Selatan itu.

VIVA Militer: Tentara Hizbullah Lebanon
VIVA Militer: Tentara Hizbullah Lebanon

Baca juga : Kapal Turki Tembakkan Rudal di Laut Mediterania, Yunani Bak Ayam Sayur

Sebagaimana diketahui, awal Agustus lalu sebuah ledakan hebat telah melanda pelabuhan Beirut, Lebanon. Ledakan tersebut telah menewaskan ratusan warga Libanon dan melukai lebih dari 5000 warga sipil lainnya.

Ledakan yang disebabkan oleh bahan kimia amonium nitrat itu sempat menimbulkan pertanyaan besar. Israel pun sempat dituding sebagai dalang dari ledakan itu yang ditujukan untuk menyerang Hizbullah.

Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz awal pekan ini sempat menyampaikan tentang dampak berbahaya untuk setiap perang baru antara Israel dan Hizbullah Lebanon. "Israel tidak akan ragu-ragu untuk berperang lagi di Libanon jika dipaksakan padanya," kata Benny Gantz.

Sementara itu, Presiden Israel Reuven Rivlin mengatakan, Israel bukan bertujuan memerangi Libanon, tetapi lebih mengingatkan ketegangan di perbatasan utara antara Libanon dan Israel. "Negara itu siap dan sepenuhnya siap untuk menghadapi semua kemungkinan menghadapi pasukan Hizbullah," ujar Rivlin.

Baca : Setelah Beirut, Ledakan Dahsyat Guncang Damaskus