Ketika Eksekutor Penalti Chelsea Mulai jadi Perdebatan

Pratama Yudha
·Bacaan 1 menit

VIVA – Gelandang Chelsea, Jorginho, menjadi tema perdebatan yang hangat usai The Blues menumbangkan Krasnodar dalam lanjutan fase grup Liga Champions, dini hari tadi. Itu setelah dia gagal menunaikan tugasnya sebagai eksekutor penalti di laga tersebut.

Diketahui, Chelsea menang telak atas Krasnodar empat gol tanpa balas. Masing-masing gol diciptakan oleh Callum Hudson-Odoi (37), Timo Werner (76), Hakim Ziyech (79), dan Christian Pulisic (90).

Sebenarnya, Chelsea bisa mencetak gol lebih banyak. Dan The Blues bisa unggul lebih awal di menit 15.

Di menit tersebut, The Blues mendapat hadiah penalti setelah Timo Werner dilanggar di kotak terlarang. Sayangnya, Jorginho gagal menunaikan tugasnya dengan sempurna lantaran sepakannya membentur tiang.

The Blues kembali mendapat penalti di menit 76. Tapi, kali ini diambil dan dituntaskan dengan sempurna oleh Timo Werner.

Adanya dua penendang penalti dalam satu laga membuat suporter terpecah. Ada yang menginginkan Jorginho diganti namun banyak juga yang mendukung gelandang berpaspor Italia itu untuk tetap menjadi eksekutor utama The Blues.

Beberapa di antaranya adalah mantan gelandang Liverpool, Jermaine Jenas, dan mantan legenda Chelsea, Joe Cole. Keduanya sepakat mendukung Jorginho agar terus menunaikan tugasnya sebagai penendang penalti The Blues.

"Saya pikir tetap dialah orangnya (eksekutor penalti). Ya, dia (Jorginho) melewatkan beberapa kesempatan di musim ini tapi saya pikir ketika Anda mengambil penalti yang tak lazim membuat orang cenderung meminta perubahan. Tapi, realitanya dia tetap seorang eksekutor yang baik," kata Jenas dikutip The Sun.

"Saya takjub setiap kali melihatnya. Saya tidak tahu bagaimana dia mengirim kiper ke arah yang salah," tambah Cole.