Ketika Generasi Kiwari Jambi Dilibatkan untuk Turunkan Emisi Karbon

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jambi - Provinsi Jambi menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang menjadi lokasi program BioCarbon Initiative for Sustainable Forest Lanscape (BioCF ISFL). Ini merupakan program penurunan emisi karbon untuk mengurangi dampak perubahan iklim yang terjadi.

Dipilihnya provinsi yang berjuluk "sepucuk jambi sembilan lurah" itu karena provinsi ini memiliki empat taman nasional. Program tersebut akan mempromosikan dan memberikan imbal jasa terhadap penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) dengan meningkatkan sekuestrasi melalui pengelolaan lahan yang lebih baik.

Dalam melaksanakan program ini, kalangan generasi kiwari penting dilibatkan di dalamnya. Peran anak muda dan penggerak media sosial dinilai penting untuk mengampanyekan pengelolaan lahan berkelanjutan untuk mencapai penurunan emisi yang ditargetkan.

Direktorat Mitigasi Perubahan Iklim, Ditjen PPI, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar pertemuan bersama anak-anak muda di Jambi. Kegiatan yang bertajuk peremuan GenZ REDD+ itu digelar secara hybrid dengan penerapan protokol kesehatan ketat pada Jumat (24/9/2021).

Pertemuan tersebut melibatkan generasi muda dari perguruan tinggi di Jambi. Ketua Sub Nasional Project Manajemen Unit BioCF ISFL Jambi Khairul Asrori mengapresiasi ide dan pelaksanaan pertemuan GenZ REDD+ 2021 yang melibatkan generasi muda Kota Jambi.

Dia mengatakan pertemuan GenZ REDD+ ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman generasi muda tentang program penurunan emisi berbasis lanskap atau BioCF-ISFL yang dilaksanakan di Jambi.

Generasi muda diharapkan mampu memberikan penjelasan manfaat pelaksanaan program kepada khalayak yang lebih luas. Pertemuan yang melibatkan para generasi muda dari perguruan tinggi itu mereka menyepakati komitmen bersama dalam program penurunan emisi karbon

“Kami berterima kasih kepada KLHK atas inisiatif yang baik ini dan kami juga mengajak generasi muda terus bekerja sama dan terlibat aktif sebagai bagian dari program BioCF-ISFL Jambi,” katanya.

Program penurunan emisi ini kata Khairul Asrori, sangat positif karena juga akan mendukung upaya pengelolaan pertanian dan penggunaan lahan lainnya untuk meminimalisasi kehilangan hutan atau deforestasi.

Berbagai upaya yang dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk anak muda di Jambi diharapkan berhasil mencapai target penurunan emisi sebesar 14 juta ton CO2e dalam kurun waktu lima tahun atau 2021-2025.

Melalui program BioCF-ISFL tersebut, Jambi mendapatkan insentif positif sebesar 70 juta USD. BioCF-ISFL adalah program fasilitas multilateral dengan dukungan dana dari negara pendonor dan dikelola oleh Bank Dunia.

Sementara itu, Staf Direktorat Mitigasi Ditjen PPI KLHK Suyitno yang menjadi perwakilan generasi muda dari instansi pemerintah turut serta berbicara dalam forum tersebut. Suyitno mengatakan dampak perubahan iklim sangatlah nyata.

“Mari bersama sama kita jaga bumi dan lingkungan demi anak cucu dan genarasi mendatang yang lebih baik,” katanya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kerusakan Lingkungan Makin Nyata, Saatnya Anak Muda Bertindak

Kondisi deforasti hutan di Kabupaten Tanjungjabung Barat, Jambi yang akan diubah menjadi perkebunan kelapa sawit. (Liputan6.com/Gresi Plasmanto)
Kondisi deforasti hutan di Kabupaten Tanjungjabung Barat, Jambi yang akan diubah menjadi perkebunan kelapa sawit. (Liputan6.com/Gresi Plasmanto)

Duta Lingkungan Hidup Kota Jambi 2017 Dapot Silalahi, salah satu anak muda yang ikut terlibat dalam pertemuan itu mengatakan kerusakan lingkungan semakin nyata terlihat dalam beberapa waktu terakhir.

“Maka sebagai Generasi Z yang kreatif dan inspiratif, sudah saatnya kita mengambil sikap memulai dari diri kita sendiri, dari Jambi untuk ikut serta menurunkan emisi dan melestarikan planet ini dimulai dari Jambi,” kata Dapot.

Sementara itu Putri Jambi Lingkungan Hidup 2019 Hanisa Aulia Maharani menilai Jambi adalah permata yang menjadi paru-paru dunia. Kecantikan dan keanekaragaman alam di hutan belantaranya memberikan kehidupan bagi semua. Namun, jangan sampai anak muda dan generasi penerus kelak hanya mendengar cerita tentang keindahan Jambi semata

"Kelestarian alam dan lingkungan di Jambi harus menjadi tanggung jawab bersama. Teman-teman mari kita ambil bagian untuk menurunkan emisi gas rumah kaca mulai dari Jambi kita ini,” kata Hanisa.

Senada dengan Hanisa, Duta Genre Kota Jambi 2021 M. Irvan Harifki menilai isu penurunan emisi dan perubahan iklim menjadi salah satu isu yang sudah saatnya anak muda ketahui.

Meski topik ini kata dia, topik yang berat, namun anak-anak muda harus bisa memulainya dari sesuatu yang amat sederhana.

“Apa yang bisa kita lakukan sebagai anak muda untuk terlibat dalam kampanye perubahan iklim dan penurunan emisi, yaitu belajar,” katanya.

Sedangkan Inspirator Sosial Media sekaligus influencer Shera Aditia Pratama mengatakan sosial media dapat dijadikan alat untuk melakukan kampanye penurunan emisi dan mengatasi perubahan iklim.

Generasi muda bisa ambil bagian untuk berkampanye mengedukasi masyarakat dan pengguna sosial media agar mulai melakukan upaya-upaya penurunan emisi

“Sudah saatnya kita memanfaatkan sosial media untuk kepentingan yang lebih luas,” kata dia.

Usai pertemuan itu, anak-anak muda tersebut menyatukan komitmen membentuk komunitas untuk mendukung upaya penurunan emisi dalam wadah yang diberi nama Greenation.jbi.

Nantinya wadah tersebut akan banyak melakukan kampanye terkait lingkungan dan perubahan iklim melalui media sosial untuk menuju Jambi yang rendah emisi.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel