Ketika Jokowi 'Kangen' Blusukan Lagi

Dusep Malik, Eduward Ambarita

VIVA – Hari ini, Selasa 30 Juni 2020, Presiden Jokowi blusukan lagi. Setelah sekian lama tak melakukan inspeksi langsung ke lapangan, kini kepala negara menyusuri sejumlah perkampungan di Jawa Tengah. 

Berada di Desa Sawangan, Kecamatan Gringsing, Jawa Tengah, Jokowi bersama rombongan meninjau rencana pembangunan kawasan industri seluas 4 ribu hektare sekaligus rencana relokasi investor sejumlah negara yang hengkang dari China ke Indonesia.

Pantauan VIVA, dari ruas jalan utama menuju lokasi kawasan industri memakan waktu sekitar 30 menit perjalanan. Lama perjalanan lantaran kendaraan hanya cukup dilalui satu mobil dan sangat berdekatan dengan permukiman penduduk.

Mengenakan kemeja putih, celana berkelir hitam, lahan yang digadang-gadang menjadi kawasan industri terpadu ini berdampingan dekat lintas jalan tol Trans Jawa.

Berdasarkan catatan, sudah hampir tiga bulan kepala negara absen, tak beraktivitas blusukan yang menjadi kebiasaannya, di luar Jakarta atau Bogor tempat kediamannya di Istana Kepresidenan Bogor. Jokowi dalam sambutannya berharap, bahwa pembangunan kawasan industri ini dapat menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya.

"Kenapa kita buka kawasan industri di Batang ini. Satu aja jawabannya. Kita ingin membuka lapangan kerja yg sebanyak-banyaknya," kata Jokowi saat memberikan sambutan saat meninjau di lokasi pembangunan kawasan.

Tidak jauh dari lokasi kawasan industri, Jokowi pun meninjau pembangunan irigasi di Desa Sipelem, Gringsing. Pembangunan itu pun bagian dari program padat karya pada masa pandemi COVID-19. Jokowi didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Kemudian Jokowi melakukan kunjungan kerjanya ke pabrik mebel yang berada di Kabupaten Demak.

Seperti diketahui, pada sejumlah kesempatan tersebut, Jokowi didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Erick Thohir, Kepala BNPB Doni Monardo, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Prabowo.