Ketika Komando Komandan Marinir Kalahkan Gemuruh Ombak Pantai Selatan

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pagi itu sinar mentari masih memalu di ufuk barat, Rabu, 12 Agustus 2020, sekitar pukul 05.00 wib, Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI Suhartono sudah berdiri tegak di atas tank lapis baja Marinir di bibir Pantai Barona Kondang Iwak, Malang Selatan, Jawa Timur.

Ratusan personil 'Hantu Laut' dengan corengan hitam di wajah tampak berbaris rapih dengan ransel hitam, lengkap dengan senjata lars panjang.

Dankormar Mayjen TNI Suhartono memimpin secara langsung Pembaretan bagi 186 prajurit muda yang terdiri dari 20 Perwira Remaja AAL Angkatan LXV TA 2020 dan 166 Bintara Remaja Angkatan XXXIX/1 TA 2020 Korps Marinir TNI AL di lokasi latihan terbaru Korps Marinir TNI AL yang terletak di Desa Donomulyo, Malang itu.

VIVA Militer : Pembaretan Korps Marinir TNI AL oleh Dankormar Mayjen Suhartono
VIVA Militer : Pembaretan Korps Marinir TNI AL oleh Dankormar Mayjen Suhartono

Dankormar Mayjen TNI Suhartono mengatakan, upacara pembaretan merupakan implementasi pembinaan Korps Marinir dari aspek kultural, pembinaan tradisi yang menjunjung nilai-nilai luhur, pembinaan karakter, penanaman rasa kebanggaan dan kehormatan diri serta kecintaan kepada Korps.

Penyematan Baret Ungu juga merupakan identitas Prajurit Petarung Korps Marinir yang telah ikut mengukir sejarah perjalanan bangsa mulai dari zaman revolusi kemerdekaan.

"Pembaretan ini sekaligus sebagai pertanda bahwa telah lahir Prajurit-Prajurit Muda Korps Marinir yang siap bertugas di setiap palagan dan sebagai titik awal pengabdian prajurit petarung Korps Marinir kepada negara dan bangsa" kata Dankormar Mayjen TNI Suhartono.

Diakhir pidatonya, Dankormar meneriakkan yel-yel yang sudah menjadi doktrin penyemangat Korps Marinir TNI AL, "Marinir..." teriak Suhartono.

VIVA Militer : Prajurit Marinir TNI AL
VIVA Militer : Prajurit Marinir TNI AL

Doktrin itu pun langsung disambut dengan jawaban lantang, "Auuu... Auuu... yeeess," teriak ratusan pasukan baret ungu itu mengalahkan gemuruh ombak pantai Malang Selatan,

Untuk diketahui, proses untuk mendapatkan baret ungu di Korps Marinir itu bukan lah hal yang mudah. Mereka harus ditempa dalam proses pendidikan khusus selama 15 bulan lamanya.

Mulai dengan pendidikan dasar kemiliteran di Puslatdiksarmil selama 5 bulan, dilanjutkan dengan pendidikan kejuruan Korps Marinir selama 6 bulan lebih dengan materi; Latihan Teknis (Latek) menembak kualifikasi, tahap Pendidikan Komando (Dikko) di hutan Selogiri selama hampir 3 bulan, Latek KSIT, Latek Opsfib, hingga Kursus Tamtama Remaja di Puslatpurmar 4 Purboyo Komando Latih Korps Marinir (Kolatmar) selama satu bulan. Setelah semua rangkaian kegiatan pendidikan itu berhasil dilalui, baru mereka tiba dalam kegiatan puncaknya, yaitu pemakaian Baret Ungu Kebanggaan Korps Marinir melalui sebuah upacara tradisi khusus Korps Marinir.

Baca : Israel dan AS Luncurkan Rudal Hypersonic Arrow-2 di Laut Mediterania