Ketika Kopral Subagyo bertemu dengan jenderal Puspom TNI AD

MERDEKA.COM. Kopral langka dari Solo, Subagyo Lelono, anggota Detasemen Polisi Militer Surakarta memiliki obsesi untuk menundukkan Tugu Monas Jakarta. Lelaki berusia 51 tahun ini berencana membuat aksi heboh dengan berlari keliling Tugu Monas Jakarta, 24 jam nonstop.

Untuk merealisasikan obsesinya, Kopral Bagyo berangkat dari Solo menuju Jakarta untuk izin kepada komandannya di Kantor Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI AD Jakarta. Subagyo mengaku dirinya ingin keliling Monas 24 jam menyambut hari ulang tahun Puspom ke-68 yang jatuh pada tanggal 23 Juni mendatang.

Tepat jarum jam menunjukkan pukul 08.40 WIB, Kopral Bagyo turun dari mobil merdeka.com dan menyapa dua petugas Puspom TNI yang jaga di pintu masuk. Dia memberikan hormat dan menjulurkan tangannya untuk mengajak salaman.

"Gimana kabar Bang? Mau menghadap komandan ya? Hehehe," sapa petugas Puspom TNI sambil menepuk pundak sang kopral, Jakarta, Selasa (19/3).

Selanjutnya merdeka.com mengajak Kopral Bagyo untuk sarapan di kantin Kantor Puspom TNI AD yang terletak di sisi belakang bangunan. Saat memasuki kantin, terpampang banner gambar Kopral Bagyo dengan tulisan "Push up selama 24 jam, push up terlama masuk Museum Rekor Indonesia (Muri),".

Begitu masuk kantin, Kopral langka asal Solo ini langsung ditembak oleh sejumlah jenderal yang sebelumnya telah duduk di dua meja dengan sapaan yang terlihat akrab. Mereka sarapan dan minum es selepas olah raga pagi.

"Mau atraksi demo apalagi ini Bag? Mau mecahkan rekor apa ini?," sapa Wakil Komandan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI AD Brigjen TNI Unggul Yudhoyono.

"Ini mau keliling Monas dalam rangka menyambut ulang tahun Puspom. Komandan acara di dalam kantor, saya ritual di luar aja dengan keliling Monas," jelas Kopral Bagyo.

Brigjen TNI Unggul Yudhoyono didampingi dengan sejumlah petinggi Puspom AD seperti Brigjen M Jayusman, Kolonel CPM Dicky Makaminan, Kolonel CPM Firman Subagyo, Kolonel CPM Benny A Sitohang dan petinggi lainnya.

Mereka terlihat akrab antara Kopral Bagyo dengan sejumlah jenderal dan petinggi Puspom AD tersebut. Menurut Kopral Bagyo, dirinya berencana menemui Kepala Badan Puspom AD untuk meminta izin dan restu. Berhubung Mayjen TNI Iran Saefuddin sedang bertugas di luar kota, Kopral Bagyo terpaksa tidak bisa ketemu dengan komandan tertinggi di korp satuannya itu.

"Halooo Kopral, masih hidup kamu?," canda salah satu kolonel yang baru datang masuk ke kantin menyapa Kopral Bagyo.

Menurut Kopral Bagyo, dirinya termotivasi dengan salah satu komandannya Kolonel CPM Benny A Sitohang. "Ini motivator saya, ini salah satu yang terus memotivasi saya. beliau sempat menjadi komandan di Solo dan membuat latihan rutin karate," ujarnya.

Subagyo mengaku dirinya ingin melakukan aksi tersebut, bukan untuk unjuk gigi atau sekadar pamer kekuatan. Namun untuk memberikan contoh kepada kaum muda, utamanya di kalangan muda korps TNI, bahwa di usia tua seseorang apalagi anggota TNI tak boleh berhenti berkarya.

"Meski sudah tidak muda, dan mendekati pensiun, kita tidak boleh nglokro (patah semangat). Kita tunjukkan bahwa kita selalu sehat dan bisa berkarya, berguna bagi nusa dan bangsa," tuturnya.

Selanjutnya, Kopral Bagyo memesan menu sarapan berupa nasi putih, sayur bayam dan telor dadar. Uniknya, Kopral Bagyo tak memesan es teh manis atau es lainnya.

"Jeruk asem hangat agak panas tanpa gula. Yang asem banget ya mbak," pesan Kopral Bagyo.

Selepas makan, Kopral Bagyo pamit dengan komandan-komandannya. Sebelum pamit, dirinya menyempatkan foto-foto dengan sejumlah jenderal itu.

"Nanti kami bantu kalau keliling Monas. Butuh berapa kompi, nanti biar diikutin pasukan lainnya," kata Brigjen TNI Unggul.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.