Ketika Medan Latihan Berubah Jadi Search and Rescue Pesawat TNI AL

Merdeka.com - Merdeka.com - Latihan yang digelar TNI Angkatan Laut (AL) di Selat Madura Jawa Timur berubah jadi misi pencarian dan penyelamatan. Perubahan status ini diputuskan ketika pesawat latih jenis G-36 Bonanza T-2503 hilang kontak di tengah latihan, Rabu (7/9).

Pesawat nahas tersebut sebelumnya terbang dalam rangka melaksanakan latihan guna memeriahkan HUT TNI AL ke-77 pada 10 September 2022 mendatang.

"Kemudian organisasi latihan, karena adanya peristiwa hilangnya pesawat G-36 Bonanza tersebut, maka organisasi latihan berubah jadi organisasi search and rescue," kata Panglima Koarmada II Laksamana Muda TNI Dr TSNB Hutabarat, Kamis (8/9).

Selama proses pencarian, TNI Alfath mengerahkan 13 KRI, 1 KAL, 1 Tim Kopaska dan 1 Tim Penyelam dan dipimpin Pangkoarmada II dan Komandan Guspurla Koarmada II.

Selain itu dua helikopter SAR milik TNI AL dan HS-1309 juga dikerahkan. Menyusul pesawat CN 735/P 8304 sebagai armada tambahan dalam melakukan pencarian.

Pesawat latih akhirnya ditemukan. Petugas berupaya mengevakuasi badan pesawat. "Kita sudah menemukan pesawat yang berada di bawah permukaan air," bebernya.

Dia menjelaskan, pesawat nahas itu terjatuh dan tenggelam di kedalaman kurang lebih 15 meter dari atas permukaan air. Untuk saat ini, petugas tengah berfokus pada pengangkatan badan pesawat.

"Dan pada proses saat ini kita akan melaksanakan mengangkat pesawat tersebut," ujarnya.

Ia menjelaskan, peristiwa jatuhnya pesawat latih tersebut berawal dari pelaksanaan latihan yang digelar pada Rabu kemarin.

Sebelumnya, dari informasi ATC tower Bandara Juanda Surabaya, pesawat latih jenis G-36 Bonanza dengan Nomor Registrasi T-2503 itu takeoff dari Lanud Juanda Surabaya pukul 08.44 WIB dan dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 08.55 WIB.

Dari foto yang beredar, personel TNI AL telah menemukan serpihan badan pesawat di sekitar perairan Bangkalan, Madura. [cob]