Ketika Netizen Indonesia Terpesona Kecantikan Pebulutangkis Myanmar

·Bacaan 2 menit

VIVA – Tunggal putri Myanmar, Thet Htar Thuzar menelan pil pahit saat menghadapi wakil Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung.

Pada partai hari kedua bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020, Minggu 25 Juli lalu ia kalah dua gim langsung di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo Jepang.

Gregoria tampil memukau di laga tersebut, gim pertama ia beringas, ia menang 21-11.

Gim kedua, Gregoria makin mengerikan, ia membantai pebulutangkis cantik 22 tahun itu dengan angka 21-8.

Hari ini, Selasa 27 Juli 2021 Thet bakal kembali berjuang di grup M. Sesuai jadwal, ia akan berjuang kontra wakil Belgia, Lianne Tan.

Misi kebangkitan diusung Thet di laga nanti. Ia berjanji tak akan menyia-nyiakan kesempatan lagi.

"Tidak dapat mengatur permainan dengan sangat baik dalam pertandingan kemarin kontra Gregoria Tunjung. Akan tetap mencoba yang terbaik di pertandingan besok kontra Lianne Tan," kata Thet dikutip dari Instagramnya.

Fakta lain terkuak dari Thet, karena parasnya yang cantik membuat para netizen Indonesia terpesona dan merayunya. Mereka ramai-ramai menyerbu media sosial milik Thet.

Hal ini terlihat dari postingan Thet soal menatap partai kontra Lianne. Rata-rata netizen laki-laki menggoda Thet dengan panggilan sayang.

Unggahan Thet soal kekalahan dari Gregoria itu mendapat hampir 6.000 like dan 800 lebih komen.

Berbicara sosok Thet, ia merupakan pebulutangkis berusia 22 tahun. Ia lahir dari keluarga badminton. Kedua orang tuanya merupakan mantan atlet bulutangkis.

Sang ayah, Tun Tun Zaw adalah juara nasional empat kali dan pernah melatih badminton di Thailand selama beberapa tahun.

Ayahnya lalu kembali ke Myanmar dan melatih Thet. “Ayah melatih saya ketika saya masih muda, jadi dia adalah pahlawan saya,” ujarnya dilansir VIVA Bulutangkis dari situs resmi Olimpiade, Minggu 25 Juli 2021.

Selain belajar dari sang ayah, Thet juga menimba ilmu di Kuala Lumpur, bersama legenda badminton Malaysia, Ong Ewe Hock. “Di Myanmar saya hanya berlatih bersama ayah. Saat tidak ada turnamen, saya berlatih dengan Coach Ong di Kuala Lumpur,” ucapnya.

Perjalanan kariernya, Thet melakoni turnamen World Tour pertamanya di Syed Modi Championships 2019. Namun, ia tersingkir di babak pertama. Awal tahun 2020, Thet mencicipi turnamen Super 500 perdananya di Malaysia Masters, namun ia kalah dari Yip Pui Yin di babak kualifikasi.

Ia terus bekerja keras demi menjadi pebulutangkis pertama Myanmar yang berkompetisi di Olimpiade. Juara Uganda International 2020 ini mengidolakan dua ratu bulutangkis, Tai Tzu Ying dari Taiwan dan Ratchanok Intanon dari Thailand.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel