Ketika Para Jawara Oscar Dituding Plagiat

Syahdan Nurdin, PojokSeni
·Bacaan 4 menit

VIVA – Film Korea, Parasite mendapatkan perhatian lebih dari seluruh penjuru dunia (tak terkecuali Indonesia) ketika berhasil menyabet 4 penghargaan Academy Award sekaligus di tahun 2020. Tepat sebelum pandemi melanda dunia, sutradara Bong Joon-ho berdiri di atas podium Academy Award untuk mendapatkan penghargaan sutradara terbaik, film berbahasa asing terbaik dan film terbaik.

Tiga pencapaian tertinggi di Oscar. Namun, sialnya tak lama setelah itu penyakit yang akhir-akhir ini kerap menimpa jawara Oscar hinggap pula ke Parasite.

Yah, lagi-lagi jawara Oscar dituding plagiat. Sempat menjadi trending dunia di pertengahan tahun 2020 lalu bagaimana produser film asal India menuding bahwa Parasite adalah plagiat dari film berjudul "Minsara Kanna".

Tak ayal, produser bernama PL Thenappan itu membawa kasus dugaan plagiarisme tersebut ke meja hukum. Lantas, film Minsara Kanna tersebut menjadi salah satu film yang paling banyak ditonton pasca kemenangan Parasite.

Yah, kebanyakan orang langsung membandingkan keduanya. Film Parasite bercerita tentang keluarga Kim yang miskin dan tinggal di "bawah tanah" lalu memalsukan identitasnya untuk dapat masuk ke keluarga Park yang kaya raya.

Premis utama dari film ini bukanlah pemalsuan tersebut, tapi perjuangan kelas dan betapa tebalnya sekat antara si kaya dan si miskin. Film Minsara Kanna bercerita tentang Vijay dan keluarganya yang sebenarnya cukup kaya, menyamar menjadi keluarga miskin lalu masuk ke keluarga Indra Devi, seorang pengusaha sukses di India.

Permasalahannya adalah Vijay mencintai anak Indra Devi sedangkan Indra Devi yang begitu feminis menolak ide bahwa lelaki selalu berada di sisi pria. Indra Devi memiliki visi bahwa perempuan selalu bisa berdiri di atas kaki sendiri. Bukankah, premisnya sangat berbeda? Hanya saja, ketika melihat alur ceritanya memang hampir mirip.

Kisah tentang satu keluarga yang menyamar dan memalsukan identitasnya untuk masuk ke satu keluarga yang kaya raya. Hanya saja, motif dari kedua keluarga tersebut berbeda. Keluarga pertama ingin bertahan hidup (keluarga Kim di Parasite) sedangkan keluarga kedua ingin mengubah ide feminis si keluarga kaya raya (keluarga Vijay di Minsara Kanna).

Parasite Bukan yang Pertama Faktanya, Parasite memang bukan film pertama yang menjadi jawara Oscar namun terkena masalah plagiarisme.

Mundur ke tahun 2018, ketika karya sutradara kenamaan Hollywood Guillermo del Toro memenangkan Oscar dengan filmnya berjudul The Shape of Water. Tidak lama, seorang sutradara bernama Paul Zindel melayangkan gugatan ke pengadilan di California, AS dengan tuduhan plagiarisme.

Jawara Oscar satu ini terpaksa harus berhadapan dengan pengadilan di bulan Juli 2018. Paul Zindel menuding bahwa film The Shape of Water adalah karya plagiat dari filmnya berjudul Let Me Hear You Whisper yang tayang di tahun 1969.

Ide cerita dan sebagainya disebut-sebut sangat mirip. Bila The Shape of Water menceritakan seorang petugas di pusat keamanan menaruh perhatian pada makhluk aneh yang ditemukan di dalam air daerah Amazon.

Lalu, ia menyelamatkan makhluk aneh tersebut karena akan menjadi eksperimen dari sebuah penelitian rahasia. Kemudian, wanita tersebut justru saling jatuh cinta dengan makhluk aneh itu. Di cerita Let Me Hear You Whisper, mungkin ceritanya hampir mirip.

Hanya saja, "makhluk aneh" di The Shape of Water tersebut adalah seekor Lumba-lumba di Let Me Hear You Whisper.

Seorang tenaga kebersihan di aquarium mengetahui lumba-lumba itu akan menjadi objek dari sebuah penelitian "jahat" di laboratorium. Ia menyelamatkannya, lalu menaruh perhatian dan kasih sayang pada lumba-lumba itu. Terkesan mirip, bukan? Namun premisnya berbeda.

Bila The Shape of Water memiliki premis tentang "cinta yang sejati (khas zaman romantik) tidak akan memandang bentuk fisik" maka Let Me Hear You Whisper lebih mengarah pada melindungi alam dan makhluk hidup lainnya dari kejahatan tangan manusia.

Karena perbedaan premis itulah, pengadilan membatalkan tuntutan tersebut. Berikutnya, mundur satu tahun lagi ke belakang ada film besutan Disney, Zootopia yang meraih penghargaan untuk film animasi terbaik. Sebagaimana kasus-kasus sebelumnya, Zootopia juga dituding "mencuri ide".

Hanya saja, berbeda kasus dengan Parasite dan The Shape of Water. Ada seorang penulis naskah bernama Garry L Goldman yang menawarkan ide cerita pada Disney berjudul Looney. Looney bercerita tentang seorang animator yang menuliskan atau menyampaikan kritik sosialnya lewat film animasi yang dibuatnya dengan judul "Zootopia".

Sayangnya, Disney menolak ide Garry tersebut. Garry L Goldman menulis sekali lagi skenarionya dengan lebih lengkap. Bahkan film animasi yang dibuat oleh animator tersebut juga ditulis lebih lengkap dan serius dengan karakter-karakter yang kuat, serta nama-nama sendiri.

Disney lagi-lagi menolak untuk membeli ide Garry L Goldman. Ketika film Zootopia dirilis oleh Disney, Garry L Goldman merasa bahwa ia telah dirugikan dan ide ceritanya disalin mentah-mentah. Ia mengajukan gugatan ke pengadilan di AS dan sayangnya klaimnya ditolak pengadilan.

Bahkan, sebagaimana yang dikatakan juru bicara Disney, Garry L Goldman disebut "memberi gugatan yang dipenuhi tuduhan yang salah". Itu deretan kasus plagiarisme yang menimpa para jawara Oscar sejak tahun 2017 hingga jawara teranyar. Mudah-mudahan, film yang berhasil keluar sebagai jawara Oscar 2021 dan tahun-tahun berikutnya berhasil pula terhindar dari masalah yang sama.

BACA SUMBER BLOG