Ketika Presiden PKS Teringat Mertua yang Jadi Pekerja Migran

Hardani Triyoga, Zahrul Darmawan (Depok)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Syaikhu menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk melakukan pendampingan dan advokasi kebijakan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Ia menjelaskan, hal itu sesuai dengan misi PKS dan ada dalam AD/ART partai. Salah satunya adalah kepeloporan partai dalam pelayanan, pemberdayaan dan pembelaan bagi kepentingan masyarakat.

Dalam konteks ini, PKS berkomitmen bersama pekerja migran bahu membahu memperjuangkan kebijakan yang pro PMI dan meningkatkan potensi PMI agar kuat dan berdaya.

“Kepada struktur PKS termasuk PKS Sahabat Migran agar mengawal kebijakan, memastikan keselamatan dan perlindungan yang terhormat dari negara untuk Pekerja Migran Indonesia,” kata Syaikhu, Senin 28 Desember 2020

Ia mengaku mendapat kesempatan berdialog bersama PMI . Menurut dia, kesempatan itu berharga untuk bisa mendengarkan cerita dan aspirasi teman-teman pekerja migran.

“Lewat dialog satu sama lain bisa semakin dekat dan terbuka. Kuncinya ada komunikasi dan lapang dada sehingga bisa melihat akar persoalan,” jelasnya

Syaikhu mengatakan, sang mertua pernah menjadi pekerja migran. Ia menegaskan, sumbangsih pekerja migran sangat besar bagi negara.

“PMI memberikan kontribusi sangat besar bagi negara. Data November 2020 menyebut ada Rp157 triliun lebih devisa negara dihasilkan dari pekerja migran. Bapak ibu telah memberikan kontribusi yang besar, mudah-mudahan para pekerja migran Indonesia ke depan bisa semakin sejahtera,” sebutnya.

Baca Juga: 67 Pekerja Migran Indonesia Dapat Pengampunan Pemerintah Oman