Ketika Sergio Aguero Mengaku Fans Liverpool

Zulfikar Husein
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kebersamaan Sergio Aguero dengan Manchester City memasuki titik akhir. Keduanya resmi bercerai pada akhir musim nanti.

Manajer Pep Guardiola, beberapa waktu lalu menemuinya dan memberi tahu bahwa tak akan ada perpanjangan kontrak untuknya. Dan itu membuat musim ini jadi musim terakhirnya membela The Citizens.

Aguero pun telah mengumumkan perpisahannya dengan Manchester City. Dalam tulisannya, dia mengaku sangat bangga bisa menjadi bagian dari sejarah panjang klub.

"Ketika sebuah siklus berjalan menuju akhir, banyak sensasi yang muncul. Sebuah rasa kepuasan dan bangga tetap ada dalam diri saya karena telah membela Manchester City selama 10 musim penuh. Hal yang tak biasa bagi pemain profesional di era sekarang," tulis Aguero di akun Twitter pribadinya dikutip The Sun.

"10 musim dengan berbagai pencapaian besar, di mana saya mampu menjadi pencetak gol terbanyak dalam sejarah dan membentuk ikatan tak terpatahkan dengan semua orang yang mencintai klub ini, orang-orang yang akan selalu ada dalam hati saya," lanjutnya.

Aguero didatangkan ManCity pada musim panas 2011 dari Atletico Madrid sebesar £35 juta. Kedatangannya merupakan bagian dari revolusi The Citizens untuk mendobrak dominasi tim-tim besar Premier League.

Bomber asal Argentina itu langsung menjadi pahlawan ManCity dengan mempersembahkan gelar Premier League di musim pertamanya setelah unggul selisih gol atas Manchester United.

Total, Aguero mempersembahkan 13 trofi termasuk empat Premier League. Dia juga menjad pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub dengan 257 gol dari 384 pertandingan.

Jumlah di atas masih bisa bertambah, Aguero juga bisa mengakhiri musimnya dengan indah karena City berpeluang besar menjadi juara Premier League.

Agueri kini telah melegenda bersama City. Namun, siapa sangka, penyerang berusia 32 tahun tersebut pernah mengaku sebagai fans fanatik Liverpool.

Momen itu terjadi pada 2005 silam saat Aguero masih memperkuat klub Argentina, Independiente. Pada saat itu, Aguero yang tampil mengesankan ditanya tentang keinginannya berkarier di Eropa.

Aguero langsung menjawab ingin merasakan berkarier di Premier League dan memperkuat Liverpool.

“Jika saya harus memilih liga maka itu adalah Premier League. Saya telah menjadi penggemar Liverpool selama saya bisa mengingat dan akan menjadi mimpi bermain di sana," kata Aguero, kepada Munich TZ.

Rasa cinta Aguero tumbuh kepada Liverpool saat The Reds tampil luar biasa di final Liga Champions ketika menghadapi AC Milan.

"Saya menonton final Liga Champions dan merayakan setiap gol seolah-olah itu untuk Independiente," ucapnya.

Pada perjalanan kariernya, Aguero nyaris gabung klub impiannya itu. Hal tersebut disampaikan oleh mantan manajer Liverpool. Rafael Benitez.

Dia menceritakan pada 2006 lalu berencana untuk mendatangkan Aguero yang masih berusia 18 tahun, Namun, Benitez memutuskan untuk tidak melanjutkan langkah tersebut dan membiarkan Aguero pindah ke Atletico Madrid.

"Agen berbicara dengan kami tentang pemain dan dia adalah salah satunya. Tapi dia terlalu muda dan (Atletico) berani membayar mahal sekitar 18 juta euro.

"Di Liga Premier berbeda dengan liga lain. Terkadang para pemain membutuhkan lebih banyak waktu di sini untuk berkembang," jelasnya.