Ketika Suami Isteri Lanjut Usia Saling Bunuh

TEMPO.CO , Bandung: Jarum jam baru saja menunjuk angka 01.00 Jumat dinihari, 9 Pebruari 2013. Di sebuah rumah milik pasangan suami isteri berusia senja, Embet, 58 tahun dan Sanam, 60 tahun, warga Desa Jatireja, Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang, Jawa Barat, sekonyong-konyong terjadi atraksi pertengkaran hebat.

Tak jelas, apa yang menjadi pemantik sehingga kedua pasangan lanjut usia yang sehari-harinya dikenal hidup rukun tersebut, tapi kemudian diketahui berbuat nekad dengan melakukan aksi upaya saling bunuh.

Itu terbukti ketika putera pasangan Embet dan Sanam, Rani, bersama suaminya, Sarminta, dibantu para tentangga membuka paksa pintu kamar orang tuanya dengan cara paksa. Mata mereka terbelalak ketika menyaksikan sebuah realaitas yang sulit dibayangkan sebelumnya. Embet terbujur kaku di atas tempat tidurnya dengan kondisi usus terburai.

Ada pun Sanan tergolek lemah di atas teras tepat di bawah tempat tidur dengan sebilah pisau menghujam pada bagian dadanya.

Semua yang menyaksikan peristiwa dramatis pasangan suami isteri lanjut usia itu lantas bergerak cepat menolongnya. Kedua pasangan bernasib nahas itu lalu dilarikan ke rumah sakit PTPN VIII Subang.

Karena banyak mengeluarkan darah, keduanya kemudian dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung. Sayang, sang maut keburu menjemput Embet. Dia meninggal dunia sebelum mendapatkan perawatan. Ada pun, Sanan, kini, dalam kondisi kritis.

Rani mengaku tak ada gelagat yang mencurigakan sebelum kejadian yang menyentak dirinya itu terjadi. "Jam 22.00, emak dan bapak masih nonton bareng televisi bersama kami," ujar Rani.

Tapi di kalangan warga terkuak sebuah ceritera yang barangkali bisa menyingkap motif terjadinya aksi saling bunuh antar suami isteri yang sudah lanjut usia itu.

Tiga bulan lalu, konon Sanan pernah memberitahukan sekaligus meminta izin akan melaksanakan ibadah haji. "Tapi, lantaran niat baik Sanan itu akan dilakukan sendirian, Embet menolak dengan keras," ujar tetangga Sanan yang menolak disebut namanya.

Kepala Polsek Compreng, Ajun Komisaris Kasidi, mengaku masih belum mengetahui dugaan atau motif yang melatarbelakangi terjadinya "pertarungan mematikan" pasangan suami isteri tersebut.

"Kami baru akan melakukan penyelidikan kasus ini," kata Kasidi. Penyidik kini telah memasang garis pengaman di lokasi rumah pasangan Embet dan Sanan itu.

NANANG SUTISNA

Terpopuler:

Seorang Ibu Bayi Tersangka Sindikat Penjual Bayi

Ahok: Gila Itu Menjual Bayi! Pecat Saja

Ini Usulan Rute Baru Kopaja Integrasi Transjakarta

Penjualan Bayi, Polisi Periksa Pegawai Catatan Sipil

Pentingnya Hujan bagi Tanah Jakarta

Polisi Terus Telisik Situs Prostistusi Online

Kampung Pulo Kembali Banjir Capai 2 meter

Iklan Jual Bayi di Tokobagus, 11 Saksi Diperiksa

Curi 5 Laptop di Kamar Kos, Ibu Muda Ditangkap

Polisi Usut Sindikat Penadah Bayi di Luar Negeri

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.