Ketika Warga Sulawesi Selatan Beramai-ramai Minta Divaksin kepada Dinas Kesehatan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Makassar - Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan mengaku saat ini tingkat keengganan masyarakat Sulawesi Selatan untuk menjalani vaksinasi turun drastis. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya permintaan vaksin oleh masyarakat kepada pihak Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan.

"Banyak kalangan masyarakat yang menyurat kepada Dinas Kesehatan Sulsel yang meminta untuk segera divaksin," kata Kadis Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, dr Muhammad Ichsan Mustari, Senin (31/5/2021).

Menurut Ichsan, hal itu pun menjadi indikator bahwa tingkat keengganan masyarakat di Sulawesi Selatan untuk menjalani vaksinasi turun drastis.

"Ini sebagai indikator bahwa keengganan masyarakat untuk divaksin sudah kurang, karena permintaannya untuk divaksin itu banyak," lanjutnya.

Meski begitu, permintaan itu tidak dapat serta merta dipenuhi oleh pihak Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, lantaran berdasarkan petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan, vaksinasi saat ini diperioritaskan kepada guru dan warga yang sudah lanjut usia.

"Tapi kami tetap pada ketentuan dan jadwal yang ditentukan oleh pusat, bahwa kita arahkan kepada pelayanan publik dalam hal ini guru dan lansia," ucapnya.

Hal lain yang memengaruhi turunnya tingkat keengganan masyarakat Sulawesi Selatan untuk menjalani vaksinasi adalah lantaran banyaknya warga di Sulawesi Selatan yang telah divaksin. Hal itu dinilai menghilangkan stigma negatif warga tentang vaksin.

"Tentu ini sangat memengaruhi keinginan masyarakat karena sudah banyak contoh orang yang telah divaksin. Yang menjadi persoalan diawal itu kan karena masih banyak yang memikirkan hal yang negatif tentang vaksinasi, tapi dengan banyaknya (masyarakat) yang sudah divaksin kan itu sudah mulai hilang dan justru kalau boleh saya bilang di Sulawesi Selatan ini permintaan untuk vaksin itu cukup tinggi," paparnya.

Saat ini, sedikitnya sudah 98.376 guru telah menjalani vaksinasi dari total 158.960 guru yang menjadi target vaksin. Guru menjadi salah satu perioritas vaksin demi kelancaran pelaksanaan pembelajaran tatap muka dalam waktu dekat.

"Pelayanan publik itu termasuk guru, ini kita dorong guru (untuk segera divaksin), dan sekarang sudah mencapai angka 61,30 persen, dari sasaran 158.960 guru. 61,3 persen sama dengan 98.376 guru yang di Sulawesi Selatan," sebut Ichsan.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel