Ketua B20: Seperti Spiderman, Dunia Harus Kerja Sama Hadapi Tantangan

Merdeka.com - Merdeka.com - Ketua B20 Indonesia, Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, saat ini semua negara menghadapi tantangan yang besar dari sebelumnya. Oleh karena itu, diperlukan sistem global yang lebih komprehensif dan kolaboratif.

"Kita sekarang menghadapi tantangan bersama, dan mungkin di masa mendatang yang kita hadapi mungkin lebih besar dari sebelumnya. Maka perlunya sistem global yang lebih komprehensif dan kolaboratif," kata Shinta dalam pembukaan B20, Minggu (13/11).

Untuk menghadapi ketidakpastian dan tantangan secara global, diperlukan kerja sama multistakeholder. Layaknya SpiderMan yang mampu bekerja sama dalam menghadapi masalah yang ditimbulkan oleh musuh, maka dunia pun bisa menghadapi berbagai masalah dengan cara kolaborasi.

"Sekarang, seperti Spider-Man yang menghadapi berbagai masalah dari seluruh Multiverse. Begitupun dunia saat ini menghadapi banyak masalah dan tantangan beragam mulai dari efek menakutkan covid, hingga meningkatnya inflasi, masalah pangan dan energi, kelangkaan, dan perkiraan pertumbuhan ekonomi yang melambat," imbuhnya.

Menurut dia, tidak ada satu negara, maupun satu perusahaan, bahkan satu institusi mampu menyelesaikan masalah ini sendirian. Oleh karena itulah, adanya B20 dan G20 berguna untuk membangun dan membina kolaborasi multi pemangku kepentingan untuk menjawab tantangan yang dihadapi dunia saat ini.

"Jadi tahun ini B20, Indonesia telah merumuskan program-program yang dipelopori oleh gugus tugas dan dewan aksi, dan B20 mendukung mereka Gugus tugas kami untuk menghasilkan solusi," ujarnya.

Dalam perhelatan B20 ini, Kadin memiliki visi yang jelas untuk mendorong pertumbuhan yang inklusif, kolaboratif dan inovatif melalui tiga bidang terobosan utama. Di antaranya mendorong pertumbuhan ekonomi untuk UMKM, kelompok rentan secara merata pasca pandemi.

Kedua, mendorong pembangunan berkelanjutan dan kolaborasi dengan negara maju. Ketiga, berupaya memperkuat pertumbuhan ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan.

"Kami merumuskan tiga bidang terobosan, Inovasi untuk pertumbuhan pasca krisis yang Merata, Inklusif untuk UMKM, dan kelompok rentan untuk pembangunan berkelanjutan dan kolaborasi di negara maju dan berkembang untuk pertumbuhan yang tangguh dan berkelanjutan," ujarnya

Dia memastikan bahwa tiga terobosan utama itu akan direfleksikan ke dalam tindakan. Menurut dia, tiga terobosan ini juga sejalan dengan tujuan menyeluruh KADIN untuk mendorong masa depan yang lebih baik dan lebih berkelanjutan.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [azz]