Ketua Baznas: Potensi Zakat Nasional Rp213,7 Triliun

Sukabumi (ANTARA) - Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional, Didin Hafidhuddin menyebutkan potensi zakat nasional mencapai Rp213,7 triliun setiap tahunnya jika dihitung dari jumlah pendudukan Indonesia yang mencapai 250 juta jiwa.

"Untuk saat ini hasil zakat, infak dan sodakoh yang dikumpulkan oleh Baznas dari para mustahik di seluruh penjuru Indonesia mencapai Rp2,2 triliun atau baru sekitar 10 persen lebih dari potensi ZIS yang bisa dikumpulkan BAZ daerah," kata Didin saat peresmian Gedung 1.000 Pusat Pelayanan Zakat Baznas Kabupaten Sukabumi, Rabu.

Walaupun demikian, Baznas yang didirikan sejak 2001 lalu ini setiap tahunnya selalu ada kenaikan jumlah pemberi zakat sekitar 15,8 persen setiap tahunnya. Seperti pada 2011 penerimaan ZIS mencapai Rp1,7 triliun, kemudian di 2012 meningkat kembali menjadi Rp2,2 triliun dan untuk tahun ini pihaknya menargetkan penerimaan ZIS mencapai Rp2,7 triliun.

Menurutnya, meningkatkan penerimaan zakat setiap tahunnya ini dikarenakan semakin peduli dan sadarnya para mustahik atau warga yang mampu untuk memberikan sumbangan zakatnya melalui Baznas baik yang ada di daerah maupun pusat yang nantinya dialokasikan kembali untuk kepentingan kesejahteraan umat.

"Ditahun ini kami menargetkan ada kenaikan sumbangan zakat dari para mustahik sekitar Rp500 juta, terus meningkatnya penerimaan zakat yang disalurkan melalui Baznas karena kami mempunyai progam kesadaran berzakat yang diterapkan di seluruh kementerian, badan usaha, sampai tingkat anak usia dini untuk membiasakan menyisihkan hartanya," tambah Didin.

Dikatakan Didin, pada 2012 lalu penerimaan zakat dari para mustahik sudah dialokasikan untuk 1,8 juta orang di Indonesia. Bantuan yang diberikan melalui Baznas ini baik berupa tunai maupun bantuan usaha lainnya yang tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan umat.

Lebih lanjut, Baznas sendiri pun memiliki berbagai progam seperti progam Indonesia sehat, cerdas, makmur dan percepatan pembangunan. Melalui progam ini ternyata telah mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dan dari perhitungan pihaknya, jika masyarakat semakin sadar akan pentingnya ZIS ini melalui zakat, Indonesia bebas dari kemiskinan dengan waktu sekitar 10 tahun.

"Saat ini kami mempunyai progam seperti workshop zakat community development dengan merintis 100 desa pemberdayaan zakat yang setiap satu desanya dialokasikan dana dari Baznas sebesar Rp5 miliar untuk pembangunan sarana penerimaan zakat dan lain-lain. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mulai dari tingkat desa untuk berzakat," kata Didin.

Sementara, Bupati Sukabumi, Sukmawijaya mengatakan, untuk meningkatkan kesadaran zakat warganya, pihaknya juga mempunyai progam kesadaran berzakat dari anak usia dini. Dan saat ini progam tersebut sudah mulai dilaksanakan di setiap sekolah mulai dari tingkat pendidikan SD.

"Dengan cara berzakat selain bisa membersihkan harta dan jiwa ternyata mampu membantu mempercepat tingkat kesejahteraan masyarakat," kata Sukmawijaya.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.