Ketua Demokrat Buleleng Dapat Mosi Tidak Percaya

Singaraja (ANTARA) - Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Buleleng, Bali, Luh Gede Herryani, mendapat mosi tidak percaya dari sejumlah kadernya karena dinilai sewenang-wenang dalam merombak jajaran kepengurusan partai tersebut.

Mosi tidak percaya itu disampaikan sejumlah kader saat berunjuk rasa di depan Sekretariat DPC Partai Demokrat Kabupaten Buleleng di Jalan A Yani Nomor 180 Singaraja, Kamis.

Dalam aksi itu, puluhan kader tidak berhasil memasuki kantor sekretariat karena mendapat penjagaan ketat dari aparat kepolisian di bawah komando Kepala Satuan Samapta Bhayangkara Polres Buleleng AKP Putu Juen.

Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Buleleng Made Supardjo mengusulkan perombakan jajaran pengurus kepada DPP Partai Demokrat pada 14 Juni 2012. Surat yang ditandatangani Luh Gede Heryryani dan Wakil Sekretaris II DPC Partai Demokrat Kabupaten Buleleng Ketut Suka menyebutkan bahwa hubungan antara Ketua dan Sekretaris sudah tidak lagi harmonis.

Hal itulah yang memicu kemarahan para kader. Bahkan Made Supardjo melaporkan Luh Gede ke Mapolres Buleleng dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum memberikan pembekalan kepada kader partainya sewilayah Bali di Buleleng, Jumat (6/7).

Ketua DPP Partai Demokrat Gede Pasek Suardika mengatakan, Pasek Suardika akan memberikan materi tentang peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi Pemilu 2014.

Terkait kisruh di DPC Partai Demokrat Kabupaten Buleleng, Pasek Suardika berjanji akan segera mencarikan jalan keluarnya. "Kader partai bekerja untuk partai, bukan untuk merusak partai," katanya. (tp)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.