Ketua DPC PDIP Bogor 'Perang Mulut' dengan Perwakilan Ormas Islam

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR - Cekcok mulut sarat emosi terjadi antara Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bogor, Untung W Maryono dengan sejumlah anggota perwakilan Ormas Islam. Saat itu, mereka tengah berada dalam forum pertemuan perwakilan Ormas-ormas Islam di Kota Bogor dengan para pimpinan Fraksi di DPRD Kota Bogor.

Percekcokan ini bermula ketika salah seorang anggota Forum Keluarga Muslim Indonesia berulangkali mengeluarkan pernyataan agar umat Islam tidak lagi memilih PDI Perjuangan saat Pemilu maupun Pilkada.

Pernyataan ini sendiri keluar lantaran, dari lima fraksi di DPRD Kota Bogor yang dimintai pendapat soal kisruh GKI Yasmin, hanya PDI Perjuangan yang secara tegas menolak pencabutan izin gereja oleh Walikota Bogor, Diani Budiarto. "Mulai besok, jangan pilih lagi PDI Perjuangan dalam Pemilu dan Pilkada," ujar salah seorang anggota Forkami yang diketahui bernama Rusli, Rabu (30/11), di ruang rapat DPRD Kota Bogor.

Merasa partainya dilecehkan Untung pun tak kuasa menahan marah. Emosinya tersulut dan segera mengeluarkan pernyataan balik. "Anda jangan bicara sembarangan!" kata Untung dengan nada bicara tinggi.

Mendapat peringatan dari Untung beberapa anggota Ormas Islam lain langsung mencecar Untung dengan sejumlah kata-kata pedas. "PDI P harus keluar dari pertemuan ini karena hanya PDI P yang tidak setuju pencabutan izin GKI Yasmin oleh Walikota," ujar salah satu anggota Ormas.

Merasa terlecehkan, Untung langsung bangkit dari tempat duduk dan berkata bahwa keberadaan PDI Perjuangan di pertemuan ini karena diundang oleh Ketua DPRD, Mufthi Faoqi. "Saya di sini karena diundang!" kata Untung dengan nada marah sembari keluar ruangan.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.