Ketua DPD ajak jaga kelestarian Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengajak pemerintah daerah serta masyarakat agar terus menjaga kelestarian Rumah Pengasingan Soekarno (Bung Karno) yang berada di Kota Ende, Nusa Tenggara Timur.

"Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende adalah adalah bagian dari sejarah ditemukannya mutiara bangsa, yakni falsafah sekaligus way of life bangsa ini yaitu Pancasila," katanya dalam keterangan yang diterima di Kupang, Minggu.

LaNyalla menyampaikan hal itu dalam kunjungan kerja bersama Anggota DPD RI asal NTT Hilda Manefa, Asyera Wundalero, dan Angelius Wake Kako serta Senator Sulsel Andi Muh Ihsan dan Senator asal Maluku Utara Matheus Stefi Pasimanjeku ke Ende pada Minggu.

Baca juga: Ketua DPD RI : Indonesia butuh pengusaha baru

Ia mengatakan generasi bangsa saat ini beruntung karena masih memiliki peninggalan yang merupakan bagian dari sejarah perjalanan bangsa, seperti Rumah Pengasingan presiden pertama Indonesia Soekarno.

Oleh karena itu, kata dia kelestarian tempat bersejarah itu harus terus dijaga karena menyimpan banyak sekali makna tentang perjalanan sejarah bangsa.

"Di sinilah suasana kebatinan seorang Bung Karno sebagai Bapak Bangsa bergejolak. Dan di tempat inilah digali lima sila yang kita kenal dengan Pancasila, yang kemudian menjadi pedoman bangsa yang wajib pertahankan," katanya.

LaNyalla juga mengajak seluruh elemen bangsa agar merenungi perjuangan Bung Karno, termasuk pengorbanan serta berbagai kegiatan selama masa pengasingan di Ende.

"Bahkan ada tempat ibadah khusus untuk beliau di rumah ini. Tanda bahwa beliau selalu dekat dengan Allah," katanya.

Di sisi lain, kata dia Rumah Pengasingan Bung Karno juga sebagai destinasi wisata yang bisa membantu menghidupi ekonomi daerah atau masyarakat setempat.

Sementara itu, Senator asal NTT, Angelius Wake Kako, mengatakan napak tilas ke Rumah Pengasingan Bung Karno menjadi momentum untuk menemukan nilai spiritual yang pernah ditemukan Bung Karno di Ende selama 4 tahun (1934-1938).

"Khususnya dalam merenungkan Pancasila sebagai falsafah bangsa dan landasan negara," katanya.

Ia mengatakan kehadiran Ketua DPD RI juga menegaskan komitmen untuk yakin bahwa apa yang telah terjadi di Ende harus menjadi sebuah sejarah yang tidak boleh terlupakan dalam konteks berbangsa dan negara.

Ketua DPD RI beserta jajaran akan berada selama 4 hari di Ende. Salah satu agenda acaranya adalah mengikuti apel peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni bersama Presiden Joko Widodo di Kota Ende.

Baca juga: Ketua DPD instruksikan kader PP ingatkan elite agar hentikan kegaduhan
Baca juga: Ketua DPD RI dukung Pemkot Surabaya buka TK Inklusi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel