Ketua DPD Demokrat Kepri Dipecat Buntut Hadiri KLB Deli Serdang

Dedy Priatmojo, antv/tvOne
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ketua DPD Partai Demokrat Kepulauan Riau (Kepri) yang juga Bupati Bintan, Apri Sujadi dan Ketua DPC Demokrat Kabupaten Karimun Iwan Kusuma dipecat dari kepengurusan, karena ikut hadir dalam Kongres Luar Biasa di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Menurut Sekretaris DPD Demokrat Kepri, Huznizar Hood, pemecatan Apri Sujadi dan Iwan Kusuma merupakan konsekuensi dari kehadirannya mereka berdua di KLB Deli Serdang.

"DPP Demokrat sudah menunjuk dua orang Plt untuk posisi Ketua DPD Demokrat Kepri dan DPC Demokrat Karimun," kata Huznizar, Senin, 8 Februari 2021.

Keterlibatan Apri Sujadi di KLB Deli Serdang terungkap melalui foto-fotonya yang beredar di media sosial. Sebelum itu, DPP Demokrat juga sudah mengetahui keberadaan Apri di Jakarta dan berniat akan mengikuti KLB di Deli Serdang.

Apri Sujadi yang juga Bupati Bintan diketahui berada di Bandara RH Fisabilillah, Tanjungpinang pada 27 Februari 2021, dan mengaku hendak ke Jakarta untuk urusan Partai Demokrat. Ia bertolak ke Jakarta selang sehari pasca dilantik sebagai Bupati Bintang 26 Februari lalu.

Pengurus DPD Demokrat Kepri mengaku tidak mengetahui keberadaan Apri Sujadi dan hilang kontak setelah Apri berangkat Jakarta pada 27 Februari lalu. Tiba-tiba fotonya hadir di KLB Deli Serdang beredar dan dibenarkan pihak DPP Demokrat.

"Soal foto Pak Apri di lokasi KLB dibenarkan DPP Demokrat," ujarnya.

Sebelumnya, KLB Demokrat yang diinisiasi segelintir elite pecatan Partai Demokrat mengukuhkan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko sebagai Ketua Umum Demokrat. Berdasarkan voting yang dilakukan Moeldoko memperoleh suara terbanyak, kemudian saingannya, Marzuki Ali ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat.

Dihadapan kader yang hadir di KLB tersebut, Moeldoko menyampaikan pidato politik pertamanya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Sibolangit. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh kader Demokrat yang hadir di KLB yang sudah mempercayakan dan memberikan amanah untuk memimpin Partai Demokrat.

"Terima kasih, dengan suka rela untuk datang kesini. Walaupun, macet luar biasa," kata Moeldoko.

Sementara Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa tidak ada dualisme kepemimpinan dan kepengurusan di Demokrat, setelah dilaksanakannya kongres luar biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), Jumat.

"Saya tegaskan, tidak ada dualisme kepemimpinan dan kepengurusan di Partai Demokrat. Saya, Agus Harimurti Yudhoyono adalah Ketua Umum Partai Demokrat yang sah dan legitimate," kata AHY dalam konferensi pers, di Jakarta pada Jumat.

Dia mengatakan, pelaksanaan KLB yang dilakukan Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD) adalah tindakan ilegal dan inkonstitusional, karena tidak berdasarkan konstitusi partai.

Laporan: Kurnia Syaifullah/tvOne Tanjungpinang-Kepri