Ketua DPD dorong pemerintah kembangkan varietas buah orientasi ekspor

Subagyo
·Bacaan 1 menit

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mendorong pemerintah untuk mengembangkan varietas buah salah satunya komoditas pisang agar berorientasi ekspor, dan diterima pasar internasional.

LaNyalla mengatakan, kehadiran Pisang Mulyo asal Kabupaten Malang, sebagai varietas baru memiliki beberapa keunggulan seperti warna, tekstur dan cita rasa layaknya Pisang Cavendish, yang akan menjadi primadona komoditas tersebut.

"Kita dapat mengembangkan berbagai jenis varietas pisang unggulan untuk dapat memasuki pasar ekspor buah pisang," kata LaNyalla, dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA, di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis.

Pisang Mulyo yang merupakan salah satu varietas unggulan itu, tengah dikembangkan oleh warga yang juga anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Pisang Malang Raya (Pismara) di Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur.


Baca juga: Ketua DPD ungkap harapan pengembangan Nanas Subang di Lampung

Baca juga: Pemerintah catat ekspor buah lokal selama pandemi meningkat tajam



Menurut LaNyalla, Indonesia memiliki banyak varietas pisang yang memiliki rasa enak, namun dengan tampilan yang kurang menarik. Oleh karena itu, pihaknya mendorong pemerintah untuk bisa mengembangkan varietas buah, dengan orientasi ekspor.

Menurut Senator Dapil Jawa Timur itu, beragam jenis pisang yang dapat dikembangkan menjadi varietas unggulan antara lain seperti Pisang Baranang, Pisang Raja Bulu, Pisang Raja Serai, Pisang Kepok dan jenis-jenis pisang lainnya.

"Pemerintah memiliki infrastruktur dan teknologi memadai untuk dapat mengembangkan varietas bibit unggulan tersebut. Dengan keseriusan, saya optimis semua dapat kita lakukan," ujar alumnus Universitas Brawijaya Malang tersebut.

Sebagaimana diketahui, Gapoktan Pismara berharap mereka mendapatkan fasilitasi dari pemerintah, utamanya untuk memperluas akses pasar. Meski sudah 11 tahun mengembangkan budidaya Pisang Mulyo, pemasaran baru mencakup wilayah Surabaya dan Pulau Bali.


Baca juga: Anggota DPR soroti pola ekspor-impor buah sayur

Baca juga: Airlangga sebut buah-buahan berpotensi bantu pertumbuhan ekonomi

Baca juga: LPEM UI: Kualitas buah perlu perhatian khusus untuk tingkatkan ekspor