Ketua DPD ingin ekspor pakaian meningkat

·Bacaan 2 menit

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti ingin agar ekspor produk pakaian meningkat seiring dengan permintaan pasar domestik yang juga naik.

"Berdasarkan info yang masuk ke saya, permintaan pakaian jadi secara nasional naik secara signifikan. Ini karena momen Lebaran dan rencana akan dibukanya kembali perkantoran dan sekolah secara normal. Tentu saja ini potensi dan peluang bagus yang harus dimanfaatkan para produsen," kata LaNyalla lewat keterangannya di Jakarta, Minggu.

Salah satu produsen yang kebanjiran order adalah PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL). Emiten penyedia kain, seragam, dan fashion itu tengah mengalami kenaikan permintaan dan pemesanan seragam untuk berbagai institusi pemerintahan maupun swasta, seperti bank, rumah sakit, dan maskapai penerbangan.

"Semoga dibukanya kembali sekolah dan institusi memicu potensi pergerakan roda ekonomi dan sekaligus akan menggerakkan sektor lainnya. Ini pertumbuhan yang positif dan diharapkan produk-produk lokal akan mampu memenuhi kebutuhan pasar nasional," ujar LaNyalla.

Senator asal Jawa Timur itu minta produsen lainnya mengikuti langkah BELL dalam menyediakan kebutuhan kain berkualitas baik sehingga pasar nasional mampu bersaing dengan serbuan kain impor.

"Meski permintaan lokal naik, tapi saya ingatkan supaya pasar ekspor tetap digenjot. Dalam rangka mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional," jelasnya.

LaNyalla juga minta pemerintah untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif meskipun masih kondisi pandemi. Perlu juga diberikan kemudahan dalam perizinan usaha.

“Pemerintah harus ambil langkah strategis dalam industri tekstil dan produk tekstil (TPT) ini. Misalnya mendorong perluasan akses pasar, restrukturisasi mesin dan peralatan. Juga ketersediaan bahan baku dan pasokan energi,” katanya.

LaNyalla juga mengingatkan supaya pemerintah segera menyelesaikan aturan perlindungan (safeguard) untuk proteksi industri nasional dari serbuan produk tekstil impor.

"Produk tekstil yang berasal dari luar negeri harus dikenakan bea masuk tinggi," katanya.

Baca juga: Menperin sebut peluang ekspor industri pakaian jadi kembali terbuka

Baca juga: Pasar AS paling banyak menyerap ekspor pakaian Bali

Baca juga: Indonesia-Sri Lanka lanjutkan kesepakatan ekspor pakaian ke Eropa