Ketua DPD RI berharap lahir bibit atlet kelas dunia di PON Papua

·Bacaan 2 menit

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti berharap perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang mempertemukan atlet dari semua provinsi akan melahirkan bibit-bibit unggul berkelas dunia.

"Momen PON harus kita jadikan sebagai ajang bergengsi dan paling ideal dalam mencari bibit unggul atlet nasional yang akan mewakili Indonesia di kancah internasional untuk mampu menyabet medali dan mengibarkan bendera Merah Putih di event dunia," kata LaNyalla, Minggu, di sela-sela kunjungan kerja ke Papua mendampingi Presiden Joko Widodo yang membuka PON XX Papua.

LaNyalla melalui keterangan tertulis menjelaskan bahwa ajang PON bukan hanya sekadar adu gengsi antarprovinsi, tetapi juga membuka ruang memantau atlet berprestasi di tiap-tiap cabang olahraga yang dipertandingkan untuk dipersiapkan berlaga pada perhelatan yang lebih tinggi.

Baca juga: PON Papua momentum kesatuan dan persatuan bangsa
Baca juga: Ketua DPD RI apresiasi kehadiran Presiden di PON Papua

Senator asal Jawa Timur itu melanjutkan, PON merupakan puncak pembinaan secara berjenjang dari daerah hingga nasional. Atlet yang keluar sebagai juara pada ajang PON ini dapat diyakinkan bisa sukses pada ajang yang lebih tinggi di tingkat dunia.

"Dan ini sudah banyak yang teruji. Jadi, bersungguh-sungguh dalam pertandingan di PON pasti akan menjadikan sang juara menjadi atlet terbaik dan melangkah ke jenjang prestasi yang lebih tinggi lagi," ujar dia.

Mantan Ketua Umum PSSI itu menilai penyelenggaraan PON XX Papua ini sangat istimewa. Bukan hanya di selenggarakan di ujung timur Indonesia, melainkan juga pada PON ini dibangun fasilitas-fasilitas yang berkualitas tingkat internasional, sehingga mendukung atlet untuk lebih berprestasi.

Meskipun dalam keadaan extra ordinary di tengah pandemi COVID-19 yang masih menghantui, LaNyalla yakin PON ini akan berdampak positif bagi para atlet untuk merebut prestasi puncak di level nasional dan berpengaruh pada pencapaian prestasi yang lebih tinggi.

"Intinya, PON XX Papua ini merupakan ajang seleksi yang paling ideal, sehingga Indonesia memiliki wajah-wajah atlet baru menuju prestasi tingkat dunia," demikian LaNyalla.

Hanya saja, beberapa cabang olahraga yang tidak dipertandingkan di PON Papua memang cukup disayangkan. Mengingat beberapa cabang olahraga tersebut dipertandingkan di tingkat internasional.

PON XX Papua secara resmi berlangsung 2 Oktober hingga 15 Oktober. Stadion Lukas Enembe menjadi lokasi utama perhelatan PON XX tersebut, baik pembukaan maupun penutupan. Mengambil motto Torang Bisa!, PON XX Papua mempertandingkan 56 cabang olahraga dan diikuti 6.442 atlet dari 34 provinsi se-Indonesia.

Baca juga: Dua judoka Kaltim harus bertahan di Mimika karena positif COVID-19
Baca juga: Restu Bunda iringi Rifda Irfanaluthfi gemilang di PON Papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel